Penuh Haru, Penutupan KKN-T Umsida 2025 di Desa Jiken Tinggalkan Jejak Manis
Mahasiswa Umsida berfoto bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jiken usai acara penutupan KKN-T 2025 (Zulkifli)
PORTALBUANANEW.COM – Tulangan. Suasana haru menyelimuti Masjid Al-Jihad, Desa Jiken, Tulangan, Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu (20/9/2025). Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kelompok 6 resmi menutup rangkaian Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) mereka setelah dua bulan hidup berdampingan dengan warga.
Acara penutupan diawali dengan laporan subprogram kerja yang telah dijalankan. Setiap kelompok menghadirkan cerita sukses, mulai dari penguatan UMKM kue basah milik Ibu Nila melalui branding digital dan perbaikan kemasan, hingga menyulap lahan kosong di halaman bekas SD Jiken menjadi kebun sayuran organik dan tanaman obat keluarga.
Mahasiswa Umsida berfoto bersama pimpinan ranting Aisyiyah Jikenusai acara penutupan KKN-T 2025 (Zulkifli)
“Untuk pengelolaan dan perawatan selanjutnya diserahkan ke Ketua RT setempat, Bapak Ngatari,” jelas Yusuf, perwakilan mahasiswa bidang ketahanan pangan.
Di bidang pendidikan, mahasiswa juga menginisiasi program pembiasaan mengaji pagi, murojaah hafalan, shalat Dhuha, hingga memperkenalkan teknik eco print bagi siswa kelas VI SDN Jiken 1. “Alhamdulillah, mendapat sambutan luar biasa dari para siswa dan guru,” ungkap Xavier Putra.
Tak kalah penting, mahasiswa menghadirkan inovasi lingkungan melalui pendirian Bank Sampah. Sampah plastik berupa botol dan gelas dikumpulkan, lalu hasil penjualannya disalurkan ke kas Masjid Al-Jihad. “Selain menjaga kebersihan, hasilnya bisa membantu kegiatan jamaah,” tutur Fauzi dengan senyum hangat.
Penyerahan kenang-kenangan, diwakili ketua KKN-T Umsida Fauzanwafi kepada PRM/Takmir Masjid Al Jihad Jiken (Zulkifli)
Sebagai laporan akhir, mahasiswa menayangkan video dokumentasi kegiatan, mulai dari program kerja hingga partisipasi mereka dalam karnaval HUT ke-80 RI di Kecamatan Tulangan.
Ketua kelompok 6, Fauzanwafi, menyampaikan rasa terima kasih sekaligus pamit dengan penuh ketulusan.
> “Mewakili teman-teman, kami mohon maaf bila ada salah. Semoga program kecil ini memberi manfaat nyata bagi warga,” ucapnya.
Dosen Pembimbing Lapangan, Hesti Widowati, menegaskan pentingnya meninggalkan jejak kebaikan. “KKN adalah pengalaman berharga yang kelak menjadi bekal mahasiswa ketika terjun ke masyarakat. Saya berharap manfaatnya benar-benar dirasakan warga Jiken,” katanya.
Apresiasi juga datang dari PRM Jiken yang diwakili sekretarisnya, Zulkifli MPd. Ia menilai semangat dan dedikasi mahasiswa telah memberi dampak positif. “Apa yang kalian lakukan akan menjadi kenangan indah sekaligus amal jariyah. Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari silaturahmi yang lebih erat,” ujarnya.
Suasana makin hangat saat Zulkifli menutup sambutannya dengan pantun:
Ada pohon beringin di persimpangan tiga
Jangan lupa buah mangga dibawa
Walaupun kita akan terpisah raga
Namun, ingatlah kita tetap bersatu jiwa.
Pantun itu sontak disambut serentak hadirin dengan sahutan “cakep!” disertai senyum dan tepuk tangan. Tangis, tawa, dan rasa syukur berpadu, menandai berakhirnya KKN-T Umsida 2025 di Desa Jiken—sebuah perjalanan singkat, namun meninggalkan jejak manis di hati masyarakat. (z)
Penulis : Zulkifli
Editor : Succonet

Post a Comment