Dari Gagal Jadi Kades hingga Ketua DPRD, ini Perjalanan Panjang Hamdani Bersama PDI-P
PORTALBUANANEWS.COM, TANJAB BARAT — Tidak semua perjalanan menuju kursi kepemimpinan berjalan mulus. Ada kegagalan, proses panjang, kepercayaan masyarakat, hingga kesetiaan terhadap perjuangan yang harus dilalui.
Kisah itu tergambar dalam perjalanan politik Hamdani, S.E., yang kini dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2024–2029.
Jauh sebelum menduduki kursi pimpinan DPRD, Hamdani pernah merasakan pahitnya kegagalan. Pada 2001, ia mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, namun belum berhasil terpilih.
Meski gagal, langkahnya tidak berhenti. Kepercayaan masyarakat justru kembali datang dari jalur pengabdian yang berbeda.
Hamdani dipercaya memimpin Koperasi Unit Desa (KUD) Swakarsa yang bermitra dengan PT Agrowiyana, perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.
Koperasi tersebut mewadahi masyarakat dari empat desa, yakni Kampung Baru, Dusun Kebun, Pematang Pauh, dan Badang, dengan jumlah anggota mencapai sekitar 1.500 orang.
Kepercayaan ribuan warga itu kemudian menjadi modal penting bagi Hamdani untuk melangkah ke dunia politik.
Empat Periode Mengemban Amanah Rakyat
Sejak 2009, Hamdani mulai maju sebagai calon legislatif dan berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV.
Kepercayaan masyarakat tersebut terus dipertahankan. Hingga kini, Hamdani telah menjalani empat periode sebagai anggota DPRD Tanjab Barat secara berkesinambungan.
Di sisi lain, perjalanan Hamdani di tubuh PDI-P juga berlangsung secara bertahap. Ia tidak langsung berada di posisi strategis, melainkan memulai pengabdian dari tingkat bawah.
Ia dipercaya sebagai Wakil Sekretaris PAC di tingkat kecamatan. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Wakil Sekretaris DPC PDI-P Tanjab Barat selama satu periode.
Kepercayaan tersebut kemudian terus meningkat. Hamdani selanjutnya dipercaya menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI-P Tanjab Barat selama dua periode.
Hingga akhirnya, perjalanan panjang tersebut mengantarkannya pada posisi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2024–2029.
“Saya Tidak Akan Berada di Titik Ini Tanpa PDI-P dan Masyarakat”
Mengenang perjalanan panjang tersebut, Hamdani menyebut keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan perjalanan pengabdiannya bersama PDI-P.
«“Sejujurnya, saya tidak akan berada di titik ini tanpa PDI-P dan kepercayaan masyarakat. Partai inilah yang membina saya dari bawah, memberi ruang berkarya, dan menempatkan saya pada posisi saat ini. Saya bangga menjadi kader PDI-P — partai yang melahirkan pemimpin dari akar rumput, yang selalu mendengar suara rakyat,” ucap Hamdani.»
Bagi Hamdani, kegagalan saat mencalonkan diri sebagai kepala desa pada masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan. Justru pengalaman tersebut menjadi pelajaran untuk terus berjuang dan tetap rendah hati dalam menjalankan amanah.
Baginya, kepercayaan masyarakat dan perjalanan panjang di dalam partai merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan politiknya.
«“Apa pun jabatan yang saya emban, saya tetap kader PDI-P dan pelayan rakyat. Semangat perjuangan partai akan selalu saya bawa untuk melayani seluruh warga Tanjung Jabung Barat,” tegasnya.»
Dari seorang calon kepala desa yang pernah gagal, kemudian dipercaya memimpin koperasi, terpilih sebagai anggota DPRD hingga empat periode, dan akhirnya dipercaya memimpin DPRD Tanjab Barat—perjalanan Hamdani menunjukkan bahwa sebuah kegagalan tidak selalu menjadi akhir, tetapi dapat menjadi bagian dari proses panjang menuju kepercayaan yang lebih besar.


Post a Comment