Breaking News

MPID PDM Sidoarjo Sosialisasikan Inovasi Digital kepada Mahasiswa KKN-T Umsida 2025



Majelis Pustaka, Informatika & Digitalisasi PDM Sidoarjo Arif Senja Fitrani S.Kom, M.Kom sosialisasikan inovasi digital (Zulkifli/PBNEW.COM)

Sidoarjo — Majelis Pustaka, Informatika dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo memberikan pembekalan penting dalam rapat koordinasi Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) 2025 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Jumat (18/7/2025).

Sosialisasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua MPID PDM Sidoarjo, Arif Senja Fitrani S.Kom, M.Kom, di Aula Nyai walidah Lantai 7 Gedung GKB 7 Kampus 3 Umsida, Jalan Raya Rame Pilang, Wonoayu. Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh ratusan mahasiswa calon peserta KKN. Selain itu dalam sosialisasi ini, pihak umsida bersama PDM Sidoarjo turut mengundang dan dihadiri pimpinan cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), pimpinan ranting Muhammadiyah (PRM) Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Se - Kabupaten Sidoarjo. 

Dalam arahannya, Arif mengajak mahasiswa untuk aktif berperan dalam upaya digitalisasi dan pendataan aset-aset Muhammadiyah di lokasi KKN mereka, khususnya masjid. Menurutnya, kesadaran untuk menandai aset secara digital merupakan langkah awal dalam membangun basis data Muhammadiyah yang kuat dan transparan.


Ratusan mahasiswa KKN-T 2025 Umsida mengikuti pembekalan bersama PDM dan PDA Sidoarjo (Zulkifli/PBNEW.COM)

“Kita ingin masyarakat, termasuk warga Muhammadiyah sendiri, mengetahui dan mengenali keberadaan masjid Muhammadiyah melalui aplikasi berbasis digital. Harapannya, ini dapat mempermudah masyarakat untuk beribadah dan menjadikan masjid Muhammadiyah sebagai pusat kegiatan,” ujarnya.

Selain itu, Arif juga mengenalkan dua aplikasi yang dikembangkan Majelis Pustaka PDM Sidoarjo. Pertama, Aplikasi Antrian Digital yang dapat digunakan oleh masyarakat umum, organisasi, hingga lembaga bisnis untuk menciptakan budaya tertib. Kedua, Aplikasi LACI (Layanan Catatan Ibu), yang ditujukan untuk membantu ibu-ibu Aisyiyah dalam mencatat transaksi usaha rumah tangga secara sederhana.

“Jika mahasiswa KKN bertemu dengan ibu-ibu yang punya usaha, ajaklah mereka memanfaatkan aplikasi LACI ini. Ini bentuk pemberdayaan berbasis teknologi yang nyata,” tambah dosen informatika asal Tulangan Sidoarjo itu.

Sosialisasi ini menjadi bagian penting dari integrasi program KKN dengan agenda digitalisasi Persyarikatan Muhammadiyah. Arif berharap mahasiswa tidak hanya mengabdi, tetapi juga membawa perubahan dengan pendekatan teknologi yang inklusif.(*)

Jurnalis : Zulkifli 
Editor : Succonet

0 Comments

© Copyright 2022 - PORTAL BUANA NEW