Raih 2 Medali Di PON Jabar, Yaspi Jadi Kebanggaan Sijunjung
SIJUNJUNG - Keberhasilan Yaspi Boby menjadi manusia tercepat di Indonesia pada PON XIX Jawa Barat, membuat bangga Sumbar dan Sijunjung. Yaspi sendiri tercatat sebagai warga Kenagarian Teratak Baru Utara, Kecamatan Tanjunggadang, Sijunjung.
Bahkan, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dan Wakil Bupati Arrival Boy, serta muspida dan Forkopimda Sijunjung, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Yaspi pun jadi bintang di pelantikan KONI Sijunjung hasil Musyorkablub, di Balairung Lansek Manih, Seperti di langsir wartaandalas Jumat (7/10) malam.
Dengan berkalung dua medali emas hasil perjuangannya pada PON XIX Jawa Barat, Yaspi juga diminta berfoto oleh Sekkab AT Rohendi dan Plt Ketua KONI Sumbar Syaiful.
“Ya tidak hanya Sijunjung, tapi Provinsi Sumbar juga sangat bangga atas apa yang diraih Yaspi Boby. Semua ini menunjukkan bahwa daerah kita (Sijunjung, red) memiliki bibit atlet nasional. Semua ini perlu kita dukung sehingga Yaspi mampu meraih prestasi puncak,” ungkap Yuswir Arifin setelah pelantikan pengurus KONI Sijunjung periode 2016-2020.
Dikatakan bupati, tidak hanya Yaspi, salah seorang atlet asal Jorong Teratak, Kenagarian Buluhkasok, Kecamatan Lubuktarok, NSR Yalatif, juga berhasil meraih dua medali emas cabang gantole pada nomor Lintas Alam Terbatas Perorangan Kelas B, dan Ketepatan Mendarat Perorangan Kelas B.
Sebagai warga asli Sijunjung, prestasi kedua atlet tersebut telah membuat seluruh masyarakat Sijunjung dan pemerintah daerah menjadi bangga. “Kita berharap ke depannya semakin banyak atlet asal Sijunjung yang meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Yaspi yang memiliki catatan waktu pribadi 10,36 detik itu, sedikit bercerita bagaimana dia menjadi atlet kepada Padang awak media. Di saat dia kuliah di Universitas Negeri Padang tahun 2009, dia mengikuti lomba lari piala dekan. Saat itu, dia berhasil menjadi pemenang. Berawal dari itu, pihak UNP menempa Yaspi dengan memasukkannya ke asrama Pusat Pendidikan Pelatihan Mahasiswa (PPLM).
Kala itu dia tidak memiliki apapun untuk latihan, baik sepatu, ataupun kostum olah raga. Dia hanya memiliki kepercayaan yang kuat dalam dirinya. Di saat kejuaraan lari pertama setelah ditempa di PPLM, Yaspi tidak memiliki sepatu khusus. Namun karena dirinya masuk final, Yaspi terpaksa meminjam sepatu temannya.
Lagi-lagi, tampil apa adanya, atlet yang telah memiliki satu anak itu kembali meraih medali emas. Tahun 2010 saat Porprov Sumbar, Yaspi membela Padang. Kala itu suami seorang guru honorer di Sekolah Dasar itu berhasil memboyong tiga medali emas untuk Padang.
“Saya pernah dianggap “gila” oleh masyarakat saat melihat saya latihan di sawah yang sudah dibajak, dekat rumah orangtua di Nagari Teratakbaru, Tanjunggadang. Namun semua itu tidak saya hiraukan, karena sebagian besar masyarakat tidak memahami bahwa latihan berlari dalam lumpur sangat bagus bagi seorang atlet,” sebut Yaspi menceritakan sekilas kisahnya saat menghadiri pelantikan KONI Sijunjung.
Sebagai seorang atlet yang telah mengharumkan nama provinsi dan Sijunjung, Yaspi tetaplah seorang manusia biasa yang berharap banyak pada pemerintah. Dia tidak ingin suatu saat nanti setelah pensiun, menjadi atlet yang terlupakan tanpa sesuatu untuk pegangan hidup. Yaspi berharap pemerintah menjamin masa depannya dengan keluarga dengan memasukkannya jadi PNS.
“Pastilah setiap kita punya harapan, karena tidak selamanya kita berada di puncak. Setelah pensiun jadi atlet nanti, saya dan keluarga akan kembali ke tengah masyarakat menjalani hidup normal. Harapan paling besar saya saat ini adalah, pemerintah membantu saya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hanya itu harapan saya,” tutur Yaspi.
Saat ini, dia telah tiga tahun terdaftar sebagai tenaga harian lepas (THL) Sekretariat Kabupaten Sijunjung. Karena tengah menjalani pelatihan dan PON, dia sudah tiga bulan tidak masuk kerja. Sebagai THL, dia otomotis tidak akan menerima gaji selama tiga bulan karena tidak masuk kerja.
Bahkan, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin dan Wakil Bupati Arrival Boy, serta muspida dan Forkopimda Sijunjung, tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Yaspi pun jadi bintang di pelantikan KONI Sijunjung hasil Musyorkablub, di Balairung Lansek Manih, Seperti di langsir wartaandalas Jumat (7/10) malam.
Dengan berkalung dua medali emas hasil perjuangannya pada PON XIX Jawa Barat, Yaspi juga diminta berfoto oleh Sekkab AT Rohendi dan Plt Ketua KONI Sumbar Syaiful.
“Ya tidak hanya Sijunjung, tapi Provinsi Sumbar juga sangat bangga atas apa yang diraih Yaspi Boby. Semua ini menunjukkan bahwa daerah kita (Sijunjung, red) memiliki bibit atlet nasional. Semua ini perlu kita dukung sehingga Yaspi mampu meraih prestasi puncak,” ungkap Yuswir Arifin setelah pelantikan pengurus KONI Sijunjung periode 2016-2020.
Dikatakan bupati, tidak hanya Yaspi, salah seorang atlet asal Jorong Teratak, Kenagarian Buluhkasok, Kecamatan Lubuktarok, NSR Yalatif, juga berhasil meraih dua medali emas cabang gantole pada nomor Lintas Alam Terbatas Perorangan Kelas B, dan Ketepatan Mendarat Perorangan Kelas B.
Sebagai warga asli Sijunjung, prestasi kedua atlet tersebut telah membuat seluruh masyarakat Sijunjung dan pemerintah daerah menjadi bangga. “Kita berharap ke depannya semakin banyak atlet asal Sijunjung yang meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Yaspi yang memiliki catatan waktu pribadi 10,36 detik itu, sedikit bercerita bagaimana dia menjadi atlet kepada Padang awak media. Di saat dia kuliah di Universitas Negeri Padang tahun 2009, dia mengikuti lomba lari piala dekan. Saat itu, dia berhasil menjadi pemenang. Berawal dari itu, pihak UNP menempa Yaspi dengan memasukkannya ke asrama Pusat Pendidikan Pelatihan Mahasiswa (PPLM).
Kala itu dia tidak memiliki apapun untuk latihan, baik sepatu, ataupun kostum olah raga. Dia hanya memiliki kepercayaan yang kuat dalam dirinya. Di saat kejuaraan lari pertama setelah ditempa di PPLM, Yaspi tidak memiliki sepatu khusus. Namun karena dirinya masuk final, Yaspi terpaksa meminjam sepatu temannya.
Lagi-lagi, tampil apa adanya, atlet yang telah memiliki satu anak itu kembali meraih medali emas. Tahun 2010 saat Porprov Sumbar, Yaspi membela Padang. Kala itu suami seorang guru honorer di Sekolah Dasar itu berhasil memboyong tiga medali emas untuk Padang.
“Saya pernah dianggap “gila” oleh masyarakat saat melihat saya latihan di sawah yang sudah dibajak, dekat rumah orangtua di Nagari Teratakbaru, Tanjunggadang. Namun semua itu tidak saya hiraukan, karena sebagian besar masyarakat tidak memahami bahwa latihan berlari dalam lumpur sangat bagus bagi seorang atlet,” sebut Yaspi menceritakan sekilas kisahnya saat menghadiri pelantikan KONI Sijunjung.
Sebagai seorang atlet yang telah mengharumkan nama provinsi dan Sijunjung, Yaspi tetaplah seorang manusia biasa yang berharap banyak pada pemerintah. Dia tidak ingin suatu saat nanti setelah pensiun, menjadi atlet yang terlupakan tanpa sesuatu untuk pegangan hidup. Yaspi berharap pemerintah menjamin masa depannya dengan keluarga dengan memasukkannya jadi PNS.
“Pastilah setiap kita punya harapan, karena tidak selamanya kita berada di puncak. Setelah pensiun jadi atlet nanti, saya dan keluarga akan kembali ke tengah masyarakat menjalani hidup normal. Harapan paling besar saya saat ini adalah, pemerintah membantu saya menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hanya itu harapan saya,” tutur Yaspi.
Saat ini, dia telah tiga tahun terdaftar sebagai tenaga harian lepas (THL) Sekretariat Kabupaten Sijunjung. Karena tengah menjalani pelatihan dan PON, dia sudah tiga bulan tidak masuk kerja. Sebagai THL, dia otomotis tidak akan menerima gaji selama tiga bulan karena tidak masuk kerja.
(ras)


Post a Comment