Kabid Budaya Hilman Spd : Budaya Lama Sungai Penuh Telah Di Jadi Kan Warisan Budaya Tak Benda ( WBTB)
PORTALBUANA.COM SUNGAI PENUH Senin 26/03/2018. Seiring dengan perkembangan zaman yang modern dan pengaruh budaya asing sehingga budaya sungai penuh sendiri sudah mulai hilang dan tak pernah di ingat oleh generasi di zaman sekarang.
Kabid budaya Hilman Spd berusaha agar budaya lama kota sungai penuh selalu di ingat dan di bangkit kan kembali juga agar budaya sungai penuh di klam negara luar kabid budaya telah berusaha mendaftarkan ke pemerintahan pusat.
Dalam wawancara dengan awak portal buana Kabid budaya menuturkan. " agar budaya sungai penuh di ingat dan bangkit kembali dengan cara diadakan vestifal budaya di tiap tiap desa dan kecamatan kota sungai penuh juga ada nya sanggar. Sehingga budaya yang mulai hilang akan bangkit kembali. Dengan ada nya vestifal juga sanggar sanggar di tiap kecamatan masing 2 sanggar tesebut akan berlomba2 menampilkan kebudayaan dari masing masing kecamatan tersebut.
Kabid budaya Hilman Spd juga mennyampaikan. "Agar kebudayaan sungai penuh tidak di ambil dari negara luar dalam hal ini Kabid budaya telah mendaftarkan ke HAM budaya yang ada di kota sungai penuh Warisan Budaya Tak Benda. ( WBTB) . Yang mana budaya kota sungai penuh telah di jadikan Hak Kekayaan Intektual. ( HAKI). Dengan di daftarkan nya budaya sungai penuh ke HAM, negara luar tak akan bisa lagi mengambil mengklam budaya sungai penuh untuk di jadikan Hak Budaya negara tersebut.
Budaya sungai penuh yang sudah WBTB kan ada 5 kategori yang sudah di terima dari pusat. Diantara nya :
Tari rentak awo.
Tari iyo iyo.
Tari rangguk
Anyaman tikar ( lapik)
Kenduri seko.
Untuk propinsi jambi ada 9 kabupaten dan kota yang telah di terima dari pusat untuk di jadikan Warisan Budaya Tak Benda. Kota sungai penuh yang terbanyak se_ propinsi jambi. Yang di terima pemerintahan pusat untuk di jadi kan Warisan Budaya Tak benda.
Untuk tahun berikut nya Kabid budaya akan di usahakan penambahan budaya sungai penuh untuk di jadikan Warisan Budaya Tak Benda WBTB. Karena masih banyak budaya budaya kota sungai penuh yang harus di lestarikan dan di jadikan WBTB.
Untuk Tahun 2016 ada 2 budaya sungai penuh yang di terima pemerintahan pusat yaitu tari asaik dan Tale naik Hajoi. ( lagu naik haji). Selain WBTB ada juga Warisan Budaya benda Yang menjadi cagar budaya kota sungai penuh yang Harus di lestarikam dan di jadi kan hak paten nanti nya pungkas kabid budaya dinas pariwisata Hilman Spd. Kepada awak portal buana .( fc)
