Berjualan Semangka, Demi Sukseskan Pendidikan Anaknya
PORTALBUANA.COM, SIDOARJO, --Pedagang Kaki Lima Miskan (54 tahun) penjual semangka dengan mobil pick up, di Jl. Gading Fajar Sidoarjo, memiliki tekad dan semangat yang kuat berusaha demi memenuhi kebutuhan keluarga serta pendidikan anak-anaknya. Pria paruh baya ini rela berjualan semangka dipinggir jalan mulai dari jam 8 pagi hingga 9 malam. Hal itu dilakukannya untuk menghidupi keluarga tercintanya. "Bagaimana lagi pak, hanya ini usaha yang bisa lakukan di usia saya menjelang senja ini, untuk cari kebutuhan makan dan minum sehari-hari istri dan anak, " ujarnya kepada awak media Portal Buana.COM Kamis, 11/4/2019 yang kebetulan mampir membeli dagangnga.
Dijelaskan, sehari-hari dirinya berjualan semangka menggunakan mobil bak terbuka dipinggir jalan. Alasannya karena dirinya tidak sanggup menyewa tempat di pasar, selain itu lebih mudah dilirik pembeli. Usai jualan, daganganya dibawa pulang kembali, profesi itu diakuinya sudah hampir 5 tahun dijalaninya. Selain menjual semangka, Miskan sebelumnya juga pernah menjual buah musiman seperti rambutan dan salak, tapi sejak 1 tahun belakangan sudah tidak lagi, "kalau semangka tidak cepat busuk dan juga gampang dititipkan sama teman ketika sholat, " sebut Pria asal Porong itu penuh semangat.
Pria yang mengaku sudah dikarunia empat orang anak itu, bertekad membahagiakan keluarga kecilnya, terutama menyukseskan pendidikan semua anak-anak hingga Perguruan Tinggi, tapi sayang penghasilannya tidak mencukupi mewujudkan cita-cita anaknya tersebut. Harapannya dengan melanjutkan sekolah, putra/i-nya kelak bisa menjadi orang pintar dan sukses, serta merubah marwah kehidupan keluarga menjadi lebih baik.
Lebih jauh disampaikan Miskan, jenis semangka yang dijualnya tanpa biji dan harganya cukup murah dari yang lain. Karena dibeli langsung dari petani di kebun. Adapun variasi harganya semangka paling besar Rp. 25.000 (berat 6 Kg), menengah Rp. 10.000,- (1,5 Kg) dan kecil 10 ribu (3 buah).
Berkat keyakinannya itu, tiap hari Miskan memperoleh penghasilan bersih Rp. 250.000,- (jika cuaca mendukung alias panas), Namun jika musim penghujan penjualannya merosot tajam, tapi semuanya itu disyukuri dan sekalipun dirinya mengaku tidak pernah putus asa dan menyalahkan keadaan, "Alhamdulillah semua rezeki sudah ditentukan Allah SWT. Kita hanya berikhtiar dan berdo'a yang terbaik saja mas, ungkapnya.
Kemudian untuk suka duka berjualan, pria bertubuh jangkung itu mengatakan cukup banyak. Diantaranya dagangnya beserta kendaraannya sering ditangkap Satpol PP, karena berjualan di jalan raya. Baginya, kejadian demikian, bukan salahnya aparat, sebab mereka hanya menjalankan tugas. Semua itu dilakukannya murni memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. "Ya karena tidak ada pilihan lain lagi mas, mau berjualan dimana, apapun resikonya walaupun harus dikejar-kejar aparat, terpaksa dihadapi dengan tegar, " terangnya mengkahiri.(Zul)


Post a Comment