Pemerintah Targetkan 400 Ribu Mobil Listrik Beroperasi Tahun 2025
PORTALBUANA.COM, Jakarta — Kementerian Perindustrian menargetkan 400 ribu unti mobil terproduksi pada tahun 2025 atau sekitar 20 persen dari total produksi mobil saat ini sebesar 1,34 juta unit.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, beberapa perushaan otomotif dalam dan luar negeri mengaku siap berinvestasi. Toyota Indonesia, Mitsubishi Indonesia, BYD Company, Astra Honda Motor, dan Wuling Motors Indonesia telah melakukan proyek percontohan untuk kendaraan listrik.
Selepas tahun 2025, lanjut Arilangga, targetnya akan dinaikkan menjadi 30 persen pada tahun 2030. Target tersebut diharapkan menopang tujuan untuk menekan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 sekaligus menjaga kemandirian energi nasional.
“Sebab, energi baru terbarukan Indonesia semakin berkembang, seperti minyak sawit yang bisa diolah menjadi green diesel 100 persen hingga avtur. Gasifikasi batubara juga bisa jadi alternatif,” tuturnya di Jakarta, Kamis (9/5).
Pengembangan kendaraan listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pemakaian BBM serta mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Arilangga menyatakan penerapan ini berpotensi menghemat devisa sekitar Rp789 triliun.
Pemanfaatan teknologi diyakini dapat membantu menyikapi kebutuhan energi alternatif. Selain sawit, Indonesia juga berpeluang mengembangkan energi dari ganggang guna menjadi bahan bakar.
“Indonesia juga akan mengandalkan cadangan bijih nikelnya yang melimpah, sebagai bahan baku utama dalam pembuatan baterai kendaraan atau peralatan listrik, sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik investasi bagi perusahaan asing yang ingin memperluas produksi,” ujar Airlangga.
Indonesia akan memiliki pabrik yang memproduksi material energi baru dari nikel laterit melalui investasi PT. QMB New Energy Materials di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, yang ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2020. [red/indonesiainside]


Post a Comment