Pekerjaan Proyek di tanjab barat di duga Banyak Amburadul, DPRD Diminta turun Kelapangan,Warga :Dewan Jangan diam membisu dan tutup mata
TANJAB BARAT- Kesal dan kecewa terhadap mutu dan kwalitas hasil pekerjaan proyek,berapa pihak menyoroti kinerja fungsi pengawasan dari lembaga legislatif anggota DPRD Tanjab barat.
meminta agar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjabbarat turun gunung cek sejumlah proyek yang telah dilaksanakan melalui uang rakyat.
Pasalnya, masyarakat menilai banyak proyek pembangunan infrastruktur yang didanai dari APBD tahun anggaran 2024 ini banyak yang dikerjakan diduga tidak sesuai dengan RAB.
“Kita heran,kenapa para wakil rakyat kita yang duduk di lembaga legislatif ini tidak respon dan bertindak dengan tegas kalau seperti ini kinerja fungsi wakil rakyat maka pembangunan di Tanjabbarat tidak akan berkembang dan selesainya karena kenapa mutu pekerjaan selalu di kesampingkan sehingga pekerjaan dikerjakan asal-asalan buktinya proyek puluhan milyar saja dikerjakan sudah banyak yang rusak apa lagi proyek ratusan juta dan alasan mereka pasti"itu kan masih ada masa pemeliharaannya",karena akibat para pengawas proyek pemerintah diduga sudah pada masuk angin, buktinya seperti pembangunan jalan Rigid Beton di asia,pembangunan sport center,cor halaman SMPN 3, pembangunan jalan aspal di parit lapis dan ini tidak sedikit makan anggaran uang rakyat yang dikelola pemerintah,ini jelas pekerjaanya di tengah kota hasilnya seperti ini apalagi proyek yang di pelosok-pelosok desa mungkin lebih parah, yang rugi siapa tentunya masyarakat tidak bisa lama menikmati pembangunan tersebut,"kata warga.
Selain itu, pihak rekanan juga banyak yang menutupi pekerjaannya. Hal ini terlihat dari tidak adanya papan plang proyek kegiatan dan mencantumkan nilai anggaran.
“Kita bingung harus ngadu siapa lagi, karena para pengawas proyek pemerintah sepertinya diduga sudah pada masuk angin, buktinya di lapangan banyak pekerjaan diduga dikerjakan asal-asalan pada diam aja, kalau seperti ini terus masyarakat yang dirugikan,”ungkap warga.
“Untuk menyikapi permasalahan ini, harapan kami dari masyarakat kecil ini hanya Dewan. Jadi, kami warga meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah agar turun kelapangan, untuk mengecek semua kegiatan yang ada di wilayah Tanjabbarat,” tegasnya.
Terpisah, ketua Aliansi wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Tanjabbarat,Samsul Bahri juga meminta DPRD jangan tutup mata terhadap persoalan yang dikeluhkan oleh masyarakat. Wakil rakyat harus meresponnya tanpa harus ada laporan secara resmi.
“DPRD harus turun kelapangan untuk memeriksa semua kwalitas pekerjaan proyek yang tersebar di wilayah kecamatan kabupaten Tanjung Jabung Barat . DPRD jangan duduk diam saja di gedung pakai AC, harusnya bapak-bapak yang terhormat peduli pada semua keluhan masyarakat,karena bapak-bapak yang terhotmat dipilih oleh masyarakat dan di gaji oleh rakyat,"pungkasnya.
Sementara terpisah ketua DPRD Tanjabbarat dari fraksi PDIP Hamdani,SE.mengatakan seharusnya anggota dewan komisi lll harus tanggap.selain itu ketua DPRD Tanjabbarat juga menyoroti kinerja Konsultan pengawas menurutnya kalau pekerjaan proyek tidak maksimal jangan di cairkan dulu 100 persen kalau sudah di perbaiki baru di bayar 100 persen,"tegasnya.
Disingung ada tidak bakal memangil untuk evaluasi pengawasan dari oknum konsultan,katanya jika ada laporan resmi masuk maka akan kita panggil.tapi kalau tidak ada laporan resmi susah juga kita menindaklanjutinya,"timpalnya.(af/Tim)


Post a Comment