Prahara BUMD PT SPRH, Bupati Rohil Angkat Bicara: Hormati Proses Hukum dan Jaga Profesionalisme
Bagansiapiapi, Jumat (31/1/2025) – Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong akhirnya buka suara terkait polemik yang melanda Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sarana Pembangunan Rokan Hilir (SPRH). Sebagai pemegang saham tunggal, ia mengimbau semua pihak untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan di Kejaksaan Agung.
“Mari kita hormati bersama proses hukum terkait BUMD yang sedang bergulir. Saya meminta rekan-rekan di BUMD untuk tetap profesional dan dewasa dalam bekerja. Jangan saling tuding-menuding, biarlah hakim yang memutuskan siapa yang bersalah,” ujar Afrizal Sintong saat dikonfirmasi melalui telepon.
Bupati juga menyoroti adanya ketegangan internal yang mencuat ke publik, terutama saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa. Ia menyesalkan miskomunikasi antara Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) yang berujung pada ketegangan di kantor BUMD Rohil, Jalan Perniagaan, Bagansiapiapi.
“Saya sudah sering mengingatkan dalam RUPS tiap akhir tahun untuk membangun komunikasi yang baik. Tapi tiba-tiba terjadi keributan di RUPS Luar Biasa. Ini sangat disayangkan,” katanya.
Afrizal menjelaskan bahwa rapat luar biasa tersebut digelar untuk mempercepat penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025. Menurutnya, keterlambatan penyusunan RKA bisa berdampak serius, termasuk keterlambatan pembayaran gaji karyawan.
"Kalau RKA belum ada, bagaimana mau membayar gaji? Jangan sampai ini justru menambah persoalan baru," tegasnya.
Terkait dinamika internal yang terus berkembang dan menjadi konsumsi publik, Bupati akhirnya mengambil keputusan tegas dengan memberhentikan beberapa pejabat BUMD.
“Karena keributan ini terus mencuat ke publik, saya putuskan pemberhentian tidak hormat bagi Dewas BUMD Tiswarni, yang juga menjabat Kabag Ekonomi Pemkab Rohil, serta Hidayat selaku Direktur Umum. Sementara untuk Zulpakar, diberhentikan sementara tanpa menerima hak dari BUMD, dan masih dalam pertimbangan lebih lanjut,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Bupati Rohil kembali mengingatkan seluruh jajaran BUMD untuk fokus bekerja dan tidak menciptakan isu liar yang bisa memperkeruh situasi.
“Hormati proses hukum yang berjalan, hentikan saling tuding, dan selesaikan persoalan internal di dalam, jangan dibawa keluar. Profesionalisme dan komunikasi yang baik harus diutamakan agar BUMD bisa kembali berjalan dengan baik,” pungkasnya.(AM)


Post a Comment