Warga Desa Teluk Belum Terima Kompensasi, Relawan Prawiro Profesional Minta Tanggung Jawab Pemerintah



Lingga – 17 April 2025
Masyarakat Desa Teluk, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, mengeluhkan belum diterimanya kompensasi bulanan dari perusahaan tambang pasir yang beroperasi di wilayah mereka. Kompensasi yang selama ini menjadi hak warga, disebut-sebut telah sebulan tidak disalurkan oleh pihak perusahaan.

Hal ini mendapat sorotan dari Relawan Prawiro Profesional Kepri, khususnya dari kepengurusan tingkat Kecamatan Lingga Timur. Wakil Ketua Relawan Prawiro Kecamatan Lingga Timur, Sukri, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau kondisi masyarakat dan siap turun tangan jika tidak ada kejelasan dari perusahaan.

"Kalau PT yang beroperasi di Desa Teluk ini memang sudah satu bulan belum menyalurkan kompensasi kepada masyarakat. Kami beri waktu sampai dua bulan, jika tidak ada kejelasan, maka kami akan melayangkan surat resmi ke perusahaan," ujar Sukri saat dihubungi awak media pada Selasa (16/04).

Ia juga menyebutkan bahwa Ketua Prawiro Lingga Timur, Bang Dapit, telah mencoba menghubungi pihak perusahaan melalui beberapa kontak, termasuk nomor kepala desa dan tokoh masyarakat lainnya, namun belum mendapat tanggapan.

Selain persoalan kompensasi, Sukri yang juga merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Teluk, menyoroti sejumlah permasalahan lain di desa, seperti kondisi infrastruktur jalan yang tak kunjung membaik dan persoalan ganti rugi dari perusahaan sawit yang belum tuntas.

"Jalan desa kami sudah lama rusak, padahal kepala desa sangat dekat dengan anggota DPRD Provinsi Kepri, Aziz Martindas, bahkan juga dengan Gubernur. Tapi kondisi jalan tetap memprihatinkan, jadi kami juga akan telusuri, apakah ini karena tidak adanya perhatian dari pejabat provinsi atau kelalaian dari pihak desa sendiri," tambah Sukri.

Terkait hal ini, Kepala Desa Teluk, Edi, saat dikonfirmasi pada Rabu (17/04), membenarkan bahwa kompensasi dari perusahaan tambang pasir memang belum cair untuk bulan ini.

"Memang belum cair bulan ini, tapi dua bulan lalu sudah disalurkan. Saat ini aktivitas perusahaan juga dihentikan sementara karena adanya operasi dari PT TTU dan PT BBP," jelas Edi.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi keuangan desa sedang sulit karena anggaran desa se-Kabupaten Lingga belum cair hingga pertengahan April. Hal ini menyebabkan berbagai program desa terpaksa ditunda.

"Makanya, investasi di desa sangat penting untuk mendukung ekonomi masyarakat. Kalau perusahaan ada, kan ada lapangan kerja. Kita tidak bisa hanya mengandalkan anggaran desa, apalagi sekarang belum bisa digunakan," ujarnya.

Menanggapi keluhan warga soal jalan rusak, Edi mengakui kondisi tersebut dan mengaku telah menyampaikannya kepada pihak provinsi.

"Jalan di Desa Teluk memang sangat memprihatinkan, apalagi kalau hujan turun. Saya sudah sampaikan ke Bang Aziz Martindas. Kebetulan sebelum saya jadi kades, saya ajudan beliau. Saya juga kenal dekat dengan Pak Gubernur. Tapi sekarang memang ada efisiensi anggaran, jadi kita bersabar saja dulu. Yang jelas, saya siap berjuang untuk masyarakat," tutupnya.

(Sandi Jambak)
Also read
Copied!

Latest News

  • Warga Desa Teluk Belum Terima Kompensasi, Relawan Prawiro Profesional Minta Tanggung Jawab Pemerintah
  • Warga Desa Teluk Belum Terima Kompensasi, Relawan Prawiro Profesional Minta Tanggung Jawab Pemerintah
  • Warga Desa Teluk Belum Terima Kompensasi, Relawan Prawiro Profesional Minta Tanggung Jawab Pemerintah
  • Warga Desa Teluk Belum Terima Kompensasi, Relawan Prawiro Profesional Minta Tanggung Jawab Pemerintah
  • Warga Desa Teluk Belum Terima Kompensasi, Relawan Prawiro Profesional Minta Tanggung Jawab Pemerintah
  • Warga Desa Teluk Belum Terima Kompensasi, Relawan Prawiro Profesional Minta Tanggung Jawab Pemerintah

Post a Comment