Warga Dusun 02 Ulu Temiang Kembali Keluhkan Sinyal 4G Mati Total, Komunikasi Terhambat Hingga Anak Sekolah Kesulitan Belajar



Lingga – Warga Dusun 02 Ulu Temiang, Desa Temiang, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kembali mengeluhkan gangguan layanan sinyal 4G di wilayah mereka. Sejak beberapa bulan terakhir, sinyal 4G di dusun tersebut tidak lagi aktif usai menara pemancar mini milik BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) mengalami kerusakan akibat sambaran petir.

Akibatnya, untuk sekadar berkomunikasi atau mengakses layanan daring, warga terpaksa harus mendaki bukit di tengah hutan guna mencari sinyal. Tidak hanya orang dewasa, para pelajar pun turut mendaki demi mendapatkan koneksi internet agar bisa menyelesaikan tugas sekolah mereka.

"Sudah beberapa kali pihak Telkomsel datang melihat kondisi tower itu, tapi sampai sekarang belum juga aktif. Kami sangat berharap sinyal 4G segera kembali normal karena banyak urusan dan kebutuhan kami yang bergantung pada koneksi internet," ungkap salah seorang warga kepada awak media, Rabu (14/5/2025).

Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh sejumlah orang tua murid. Mereka mengaku kesulitan mendampingi anak-anak mereka yang harus mengakses tugas sekolah secara daring tanpa adanya jaringan internet yang stabil.

“Kami mohon perhatian dari pihak terkait, terutama pemerintah dan penyedia layanan, agar tower sinyal 4G ini segera diperbaiki. Jangan dibiarkan begitu saja, karena anak-anak kami butuh akses untuk belajar,” ujar salah satu wali murid dengan penuh harap.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pada 16 April 2025, Camat Temiang Pesisir, Hendra, mengaku belum menerima informasi terkait kerusakan tower mini BAKTI di Dusun 02 Ulu Temiang.

“Tidak ada informasi terkait masalah tower itu bang, saya kira tidak ada kendala selama ini. Tapi kalau begitu, saya coba komunikasikan dengan pihak Kominfo,” katanya.

Padahal, sebelumnya pada 26 Februari 2025, awak media telah mencoba meminta tanggapan terkait hal ini namun tidak mendapat respons. Setelah hampir satu bulan tanpa kejelasan, awak media kembali menghubungi Camat Hendra, dan ia menyebut bahwa masalah tower sudah dikomunikasikan ke pihak Kominfo dan kementerian.

“Tower mini itu langsung proyek kementerian. Sudah dilaporkan ke pusat. Cuma, katanya, pihak K3 sebagai pemenang proyek sedang ada masalah. Kemarin vendornya juga sudah survei ke lokasi, tapi katanya tidak sesuai spesifikasi dan proses lelangnya dipukul rata tanpa mempertimbangkan kondisi geografis daerah terpencil seperti ini,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa dirinya telah meminta agar permasalahan ini terus dipantau dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

"Sudah saya tegaskan agar terus dimonitor. Jangan sampai terjadi pembiaran, karena akses komunikasi ini satu-satunya sarana penting bagi masyarakat di sini," ujarnya pada Senin (5/4/2025).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lingga belum memberikan tanggapan resmi meski telah dihubungi oleh awak media.(Ms)

Also read
Copied!

Latest News

  • Warga Dusun 02 Ulu Temiang Kembali Keluhkan Sinyal 4G Mati Total, Komunikasi Terhambat Hingga Anak Sekolah Kesulitan Belajar
  • Warga Dusun 02 Ulu Temiang Kembali Keluhkan Sinyal 4G Mati Total, Komunikasi Terhambat Hingga Anak Sekolah Kesulitan Belajar
  • Warga Dusun 02 Ulu Temiang Kembali Keluhkan Sinyal 4G Mati Total, Komunikasi Terhambat Hingga Anak Sekolah Kesulitan Belajar
  • Warga Dusun 02 Ulu Temiang Kembali Keluhkan Sinyal 4G Mati Total, Komunikasi Terhambat Hingga Anak Sekolah Kesulitan Belajar
  • Warga Dusun 02 Ulu Temiang Kembali Keluhkan Sinyal 4G Mati Total, Komunikasi Terhambat Hingga Anak Sekolah Kesulitan Belajar
  • Warga Dusun 02 Ulu Temiang Kembali Keluhkan Sinyal 4G Mati Total, Komunikasi Terhambat Hingga Anak Sekolah Kesulitan Belajar

Post a Comment