Wakil Rektor 1 Umsida Dorong Mahasiswa KKN-T 2025 Ciptakan Program Unggulan dan Berkelanjutan
![]() |
| Wakil Rektor 1 Umsida Prof Dr Hana Catur Wahyuni ST MT IPM menyampaikan pesan tegas kepada para mahasiswa yang akan mengikuti KKN Terpadu (KKN-T) Umsida 2025. (Zulkifli/PBNEW.COM) |
Sidoarjo — Wakil Rektor 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, ST., MT., IPM, memberikan arahan penting kepada mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) tahun 2025.
Dalam sambutannya, Prof. Hana menekankan pentingnya merancang program KKN yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan nilai tambah dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Angkat kembali program-program yang selama ini dianggap biasa, menjadi program unggulan yang berdampak. Program harus memiliki daya tarik dan nilai tambah di masyarakat, terutama bagi panitia dan pengajian,” ujar Guru Besar Fakultas Teknik tersebut di hadapan para dosen pembimbing lapangan (DPL) dan peserta KKN-T.
Prof. Hana yang didampingi Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Umsida, Dr. Sigit Hermawan, SE., M.Si., juga mengingatkan agar program KKN yang dirancang mahasiswa efektif, efisien, dan berkelanjutan.
![]() |
| Wakil Rektor 1 Umsida Prof Dr Hana Catur Wahyuni ST MT IPM menyampaikan pesan tegas dihadapan ratusan mahasiswa yang akan mengikuti KKN Terpadu (KKN-T) Umsida 2025. (Zulkifli/PBNEW.COM) |
“Jangan membuat program yang sulit dilanjutkan oleh ranting Muhammadiyah maupun peserta KKN berikutnya. Koordinasi dan kolaborasi dengan pimpinan ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah sangat penting agar program berjalan sesuai tujuan,” terangnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh DPL untuk mengawal mahasiswa secara intensif selama pelaksanaan KKN. Menurutnya, KKN-T tahun ini melibatkan lebih dari 400 mahasiswa, sehingga dibutuhkan pendampingan serius agar program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
“Kami mohon agar DPL membimbing mahasiswa, baik dalam penyusunan hingga pelaksanaan program. Hindari program yang hanya formalitas, karena saat ini Kementerian Pendidikan Tinggi menuntut adanya kontribusi nyata kepada masyarakat,” tegasnya.
Prof. Hana juga mengajak Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo untuk turut membimbing mahasiswa.
“Kami berharap dukungan dan arahan dari PDM dan PDA, baik dalam hal akademik maupun non-akademik. Mahasiswa kami mungkin belum sepenuhnya mengenal lingkungan KKN, jadi kami mohon bantuannya agar mereka bisa beradaptasi dengan baik,” pungkasnya.(Z)
Jurnalis : Zulkifli




Post a Comment