Geopark Merangin: Antara Pengakuan Dunia dan Keseriusan Pemerintah Daerah

Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp) tengah memasuki fase krusial: revalidasi 2026. Dokumen revalidasi wajib disampaikan ke UNESCO paling lambat 31 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan asesor UNESCO pada Mei–Agustus 2026 untuk memverifikasi kesesuaian antara dossier dan kondisi lapangan.

Mekanisme Revalidasi UNESCO

Setiap UNESCO Global Geopark menjalani revalidasi empat tahunan dengan tiga kemungkinan hasil:

Green Card – status dipertahankan.

Yellow Card – kualitas menurun, diberi waktu 2 tahun untuk perbaikan.

Red Card – status dicabut.

Saat ini, penyusunan dossier MJUGGp melibatkan pakar UNJA, Dewan Pakar KNGI, dan Badan Geologi Kementerian ESDM. Dokumen akan dikirim melalui Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).

Tantangan: Bukan Sekadar Mengejar Status

Status UNESCO Global Geopark adalah pengakuan internasional bergengsi, namun tidak cukup hanya menjadi simbol. Pemerintah daerah harus memastikan keberlanjutan program melalui kebijakan konkret, tata kelola profesional, dan partisipasi masyarakat.

Sejak meraih status UGGp pada 2018, Merangin telah mengangkat citra Jambi di mata dunia. Namun, mempertahankan status jauh lebih berat, sebab UNESCO menuntut bukti nyata konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Tiga Dimensi Strategis

Kelembagaan dan Tata Kelola
Badan Pengelola MJUGGp harus diperkuat dengan SDM kompeten di bidang geologi, pariwisata, dan manajemen kawasan. Pengalaman Geopark Batur dan Gunung Sewu menunjukkan bahwa kelembagaan yang kuat menjadi kunci mempertahankan green card.

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Geopark harus memberi manfaat nyata bagi warga. Hingga 2023, lebih dari 350 warga terlibat dalam homestay, jasa pemandu, kuliner, dan kerajinan. Skala ini perlu diperluas melalui pelatihan, pembiayaan UMKM, dan promosi produk lokal.

Konservasi dan Edukasi Berkelanjutan
Fosil flora purba berusia 300 juta tahun dari Formasi Mengkarang adalah warisan geologi unik Asia Tenggara. Nilai ilmiah ini harus dijaga melalui konservasi dan edukasi. Lebih dari 5.000 pelajar telah mengikuti program berbasis geopark, yang perlu diperkuat lewat kurikulum lokal, riset akademik, dan kerja sama internasional.

Penutup

Mempertahankan status MJUGGp bukan sekadar melengkapi dokumen, tetapi membuktikan prinsip konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat berjalan nyata. Integrasi geopark dalam RPJMD dan RTRW Jambi sangat penting agar keberlanjutan tidak bergantung pada pergantian kepemimpinan politik.

Revalidasi 2026 adalah momentum penentu: bila berhasil meraih green card, MJUGGp bukan hanya simbol prestise, melainkan model pembangunan berkelanjutan yang diakui dunia. Menjaga geopark berarti menjaga identitas, masa depan, dan keberlanjutan bumi yang kita warisi. 


Sumber  : Yulfi Alfikri Noer, S.IP., M.AP – Akademisi UIN STS Jambi

Jurnalis   : RL/RK
Also read
Copied!

Latest News

  • Geopark Merangin: Antara Pengakuan Dunia dan Keseriusan Pemerintah Daerah
  • Geopark Merangin: Antara Pengakuan Dunia dan Keseriusan Pemerintah Daerah
  • Geopark Merangin: Antara Pengakuan Dunia dan Keseriusan Pemerintah Daerah
  • Geopark Merangin: Antara Pengakuan Dunia dan Keseriusan Pemerintah Daerah
  • Geopark Merangin: Antara Pengakuan Dunia dan Keseriusan Pemerintah Daerah
  • Geopark Merangin: Antara Pengakuan Dunia dan Keseriusan Pemerintah Daerah

Post a Comment