SURABAYA — Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur resmi menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup kepada pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, atas aksi kekerasan yang dilakukan dalam pertandingan Liga 4 Jawa Timur, Senin (5/1/2026).
Sanksi tegas ini diberikan setelah Hilmi terbukti melakukan tindakan tendangan bergaya “kungfu” kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, dalam laga babak 32 besar Grup CC Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan. Akibat tendangan tersebut, Firman mengalami luka serius pada bagian dada.
Ketua Komdis Asprov PSSI Jatim, Samiadji Makin Rahmat, menjelaskan bahwa tindakan Hilmi merupakan pelanggaran berat terhadap Kode Disiplin PSSI karena termasuk kekerasan (violent conduct) di lapangan. Selain sanksi larangan beraktivitas seumur hidup, Hilmi juga dijatuhi denda administratif sebesar Rp2,5 juta sesuai dengan ketentuan Pasal 78 Kode Disiplin PSSI.
“Sanksi ini tidak semata untuk menghukum, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi seluruh pemain agar menjunjung tinggi sportivitas dan keselamatan di lapangan. Sepak bola harus dimainkan dengan fair play, bukan kekerasan,” tegas Makin Rahmat.
Komdis PSSI Jatim menyatakan hak banding masih dibuka bagi pihak terkait sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan disiplin federasi. Namun, keputusan ini dinilai penting untuk menjaga integritas kompetisi serta memberi efek jera agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Sebelumnya, manajemen PS Putra Jaya Pasuruan telah memutus kontrak kerja sama dengan Hilmi sebagai langkah awal yang diambil klub atas insiden tersebut.
Sumber:
• Komdis PSSI Jatim Jatuhkan Sanksi Seumur Hidup kepada Pemain Liga 4 — TIMES Indonesia / TIMES Jatim
• Viral Tendangan Kungfu di Liga 4, PS Putra Jaya Pasuruan Pecat Pemainnya — TIMES Indonesia
0Comments