GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Warga menggeluh kepada Pengelola Pertashof Adi Jaya, Siang BBM Masuk, Malam Dilangsir  Gunakan Mobil PS

Warga menggeluh kepada Pengelola Pertashof Adi Jaya, Siang BBM Masuk, Malam Dilangsir Gunakan Mobil PS

Table of contents
×
TANJAB BARAT- Terciduk ulah nakal pengelola pertashof yang berlokasi di Desa Adi Jaya kecamatan Tebing Tinggi, kabupaten Tanjab Barat. Pasalnya, siang BBM masuk dari Pertamina, malam harinya kembali dilansir menggunakan mobil PS(Truk) keluar desa. Kamis (22/1/2026)

Pantauan media dilokasi pada Selasa malam (20/1) terlihat aktivitas tidak biasa di pertashof Desa Adi Jaya, kecamatan Tebing Tinggi. Pasalnya, terdapat puluhan galon sedang diisi BBM dari pertashof lalu dimuat ke mobil jenis ps yang diperkirakan mampu mengangkut ribuan liter BBM.

Selanjutnya bahan bakar minyak jenis Pertamax tersebut dibawa menggunakan mobil PS keluar dari wilayah desa Adi Jaya menuju ke arah Tebing Tinggi. 

Pertashof yang dikelola oleh Bumdes Desa Adi Jaya belakang menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, selain belum ketersediaan BBM belum memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar juga beredar kabar jika terjadi penjualan BBM ke pelangsir diluar wilayah desa tersebut.

Tak hanya sampai disitu warga juga mensinyalir tidak transparan nya pengurus bumdes dalam pengelolaan pertashof yang sudah berjalan 3 tahun lebih.

" Pertashof di desa ini kan usaha Bumdes, artinya dana yang dikelola bersumber dari dana desa seharusnya tidak ada yang di tutup tutupi, " kata warga menyampaikan keluhannya kepada media.

Menurutnya juga selama pertashof beroperasi masyarakat belum mendengar berapa jumlah keuntungan yang didapat Pemerintahan desa dari usaha Bumdes tersebut.

" Setahu kami tiap tahun selalu di support dana dari dana desa, jadi kemana keuntungan Bumdes dari usaha pertashof ini, seharusnya dijelaskan karna ini uang negara, "tegas warga

Saat ditanya apakah masyarakat tau dan setuju terkait ulah pengelola pertashof yang menjual BBM dari pertashof pada pihak pelangsir dari luar wilayah hingga ribuan liter dengan menggunakan galon.

" Kami mulai tau karna BBM yang baru datang cepat habis, tentunya kami tidak setuju karena kebutuhan masyarakat disini saja belum terpenuhi kenapa harus dijual kepihak luar, kita minta pihak terkait harus menindak tegas hal ini, " sebutnya.

Terpisah pihak Bumdes Adi Jaya selaku pengelola pertashof saat dikonfirmasi melalui Ade Oman terkait keluhan warga atas ulah warga soal BBM cepat habis akibat adanya aktivitas penjualan menggunakan galon.

Dia mengakui jika pihak pertashof yang dikelola oleh Bumdes tersebut juga melakukan penjualan menggunakan galon untuk warga desa Adi jaya dan desa suka damai. Kamis (22/1/2026)

" Kita akui selain melayani pengisian BBM pada kendaraan kami juga melayani masyarakat yang membawa galon dan itu hanya untuk masyarakat desa Adi jaya, sp 3 dan masyarakat sp 5, " kata Ade Oman yang diketahui sebagai petugas lapangan bumdes Desa Adi Jaya.

Saat ditunjukkan bukti adanya aktivitas pengisian BBM dengan jumlah besar dan diangkut menggunakan mobil PS keluar dari wilayah desa Ade Oman mengaku belum mengetahui hal itu.

" Kalau yang ini saya tidak tau dan tidak ada pemberitahuan ke saya terkait BBM yang diangkut menggunakan ps kekuar dari desa, " kilahnya.

Saat disinggung selain dirinya sebagai petugas lapangan bumdes siapa saja orang yang bertanggung jawab dan mengetahui soal aktivitas penjualan BBM di pertashof bumdes Desa Adi Jaya.

" Kalau saya kan tidak setiap saat dilokasi pak, jadi kalau yang saya tidak tau, selain saya tentunya ketua Bumdes yang lebih tau soal penjualan BBM di pertashof, " bebernya.

Demikian juga saat ditanya terkait keuntungan yang didapat oleh Bumdes dari aktivitas pertashof dia juga tidak dapat menjelaskan menurut itu langsung masuk ke PAD Desa Adi Jaya.

" Kurang tau juga kita berapa keuntungan yang di dapat, karena itu langsung masuk ke PAD Desa, " ungkapnya.

Sayangnya ketua Bumdes Desa Adi Jaya Margono belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan adanya permainan dalam pengelolaan pertashof bumdes Desa Adi Jaya baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon belum dapat dimintai keterangan.

Demikian juga kepala Desa Adi Jaya Sunyata selalu penanggung jawab penggunaan serta pengelolaan dana desa belum dapat dikonfirmasi baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon. 

Diharapkan pemerintah melalui dinas terkait yakni PMD kabupaten Tanjab Barat, Inspektorat kabupaten Tanjab Barat untuk segera melakukan kroscek terhadap penggunaan dana desa dan Bumdes agar dapat memastikan keuangan negara tidak dirugikan.

0Comments