PINGGIR – Momentum Safari Ramadan 1447 Hijriah yang dipimpin langsung Bupati Bengkalis, Kasmarni, di Kantor Camat Pinggir, Senin (23/2), tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan penyerapan aspirasi masyarakat, tetapi juga diwarnai dengan arahan tegas dari Camat Pinggir, Zamariko Dakanahay.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu turut dihadiri Ketua DPRD Bengkalis Septian Nugraha, Dandim 0303/Bengkalis Haris Nur Priatno, Danposal Bengkalis Nirwan Hastya, Sekretaris Daerah Bengkalis Ersan Saputra TH, Ketua DWP Bengkalis Ira Vandriyani, Ketua BAZNAS Bengkalis Ismail, serta jajaran kepala perangkat daerah. Hadir pula unsur Forkopimcam, para kepala desa dan penjabat kepala desa se-Kecamatan Pinggir, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh adat.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Pinggir Zamariko Dakanahay menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Ia mengarahkan seluruh kepala desa dan perangkatnya agar responsif terhadap aspirasi warga serta proaktif menindaklanjuti berbagai persoalan di tingkat desa. Menurutnya, kondisi keuangan daerah yang menuntut efisiensi harus disikapi dengan kerja yang lebih terukur, transparan, dan tepat sasaran.
“Kita harus memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Jangan ada lagi pola kerja yang biasa-biasa saja. Kecamatan Pinggir harus mampu menunjukkan kinerja yang solid, kompak, dan berorientasi pada pelayanan,” tegasnya.
Camat juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah, terlebih di bulan suci Ramadan. Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, tokoh agama, hingga pemuda, untuk bersama-sama menciptakan suasana aman dan harmonis.
Sementara itu, Bupati Kasmarni dalam arahannya menjelaskan bahwa Safari Ramadan tahun ini dilaksanakan dengan pola berbeda. Jika sebelumnya dirangkai dengan buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah, tahun ini kegiatan dipusatkan pada pagi hingga sore hari.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar pelaksanaan lebih efektif dan mampu menjangkau lebih banyak wilayah tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah masyarakat pada malam hari. Meski format berubah, esensi Safari Ramadan sebagai sarana memperkuat komunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat tetap menjadi prioritas.
Bupati juga mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini mengharuskan pemerintah lebih cermat dan selektif dalam mengelola anggaran. Namun demikian, komitmen terhadap program prioritas yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat tetap dijalankan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal(,sht) daerah.
Safari Ramadan di Kecamatan Pinggir pun menjadi momentum penting untuk mempertegas sinergi antara pemerintah kabupaten dan kecamatan, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam membangun daerah secara berkelanjutan dan berkeadilan.


0Comments