16 Pesawat AS Hancur dalam Perang Iran
![]() |
| Sekitar 16 pesawat AS hancur dan lumpuh dalam perang Iran, meremukkan citra AS sebagai negara superpower. Foto/US CENTCOM |
INTERNASIONAL, Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas sejak akhir Februari 2026 telah menimbulkan kerugian signifikan bagi kekuatan udara Washington. Laporan terbaru menyebutkan sedikitnya 16 pesawat militer Amerika Serikat mengalami kerusakan berat, ditembak jatuh, atau terpaksa dilumpuhkan selama operasi militer di kawasan Timur Tengah.
Kerugian tersebut meliputi berbagai jenis aset, mulai dari drone MQ-9 Reaper hingga jet tempur canggih seperti F-35 Lightning II. Beberapa pesawat dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan pertahanan udara Iran, sementara sebagian lainnya terdampak insiden operasional selama misi tempur.
Jet Siluman F-35 Terpaksa Mendarat Darurat
Salah satu insiden paling menonjol terjadi ketika sebuah jet tempur siluman F-35 milik Angkatan Udara AS dilaporkan harus melakukan pendaratan darurat di pangkalan militer di Timur Tengah setelah terkena tembakan dari darat.
Pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat dan pilot dalam kondisi stabil, meski penyebab pasti kerusakan masih dalam penyelidikan.
Kerugian Melebihi Operasi Militer Sebelumnya
Jumlah pesawat yang rusak atau hilang dalam konflik ini disebut melampaui kerugian yang dialami AS dalam kampanye udara besar sebelumnya seperti di Irak dan Libya. Namun, sejumlah analis menilai tingginya intensitas operasi udara dan frekuensi misi tempur menjadi faktor utama meningkatnya risiko kerugian.
Selain pesawat, sistem pertahanan berbasis darat milik AS, termasuk radar untuk sistem anti-rudal THAAD, juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan balasan Iran.
Persepsi Dominasi Udara AS Mulai Dipertanyakan
Meski Amerika Serikat masih memiliki keunggulan teknologi militer, insiden beruntun yang menimpa aset udaranya dinilai memunculkan pertanyaan baru mengenai dominasi udara Washington di kawasan Timur Tengah.
Para pengamat menilai konflik ini menjadi ujian serius bagi reputasi Amerika Serikat sebagai kekuatan militer global, khususnya dalam menghadapi sistem pertahanan udara modern yang dimiliki Iran.



Post a Comment