Akhir Penantian Panjang, Jembatan Perintis Garuda Hadir untuk Warga Bungkal
PONOROGO – Bagai mimpi yang akhirnya menjadi nyata, pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bungkal, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, menghadirkan harapan baru bagi warga setempat.
Selama puluhan tahun, masyarakat di sana harus bergelut dengan keterbatasan aksesibilitas. Ketiadaan jembatan memaksa warga menyeberangi aliran sungai demi menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari pergi ke sekolah, bekerja, hingga mengakses layanan kesehatan.
— Hariyanto, Warga Bungkal
Namun situasi berubah saat debit air sungai meningkat dan arus yang semakin deras membuat penyeberangan menjadi berbahaya. Warga terpaksa harus memutar melewati desa lainnya hingga beberapa kilometer untuk mencari jalur alternatif yang aman.
Inisiatif Langsung Presiden Prabowo
Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, menjelaskan bahwa program Jembatan Perintis Garuda merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD). Program ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi aksesibilitas, khususnya bagi anak-anak sekolah.
“Program ini merupakan arahan langsung dari bapak Presiden saat peringatan Hari Pendidikan Nasional... Dari situ beliau memerintahkan untuk segera dibangun dan TNI AD merespon cepat supaya dapat terbangun di titik-titik yang dibutuhkan masyarakat.”
— Letkol Arh Farauk Saputra
Prioritas penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat urgensi kebutuhan masyarakat, seperti akses anak sekolah ke pendidikan dan petani ke sawah.
Target Pembangunan Tahap III
Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto**, menyebut bahwa jembatan di Desa Bungkal adalah salah satu dari belasan Jembatan Perintis Garuda Tahap III.
- Total Jembatan: 16 unit di wilayah Korem 081/DSJ.
- Jenis Konstruksi: 10 di antaranya merupakan jembatan beton.
- Target Waktu: Rampung dalam 2 bulan.
Keberadaan jembatan sepanjang 26 meter yang menghubungkan Desa Bungkal dan Desa Belang ini diperkirakan memberikan dampak signifikan bagi sekitar 200 kepala keluarga.
“Jika akses semakin baik, tentu aktivitas warga akan lebih mudah. Kondisi ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Kolonel Untoro.
Dibangun untuk konektivitas, dipersembahkan untuk kesejahteraan rakyat.





Post a Comment