GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Memprihatinkan! Dua Yatim Piatu di Tungkal Ulu Bertahan di Gubuk Nyaris Roboh, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Memprihatinkan! Dua Yatim Piatu di Tungkal Ulu Bertahan di Gubuk Nyaris Roboh, Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Memprihatinkan! Dua Yatim Piatu di Tungkal Ulu Bertahan di Gubuk Nyaris Roboh, Butuh Uluran Tangan Pemerintah
Table of contents
×


PORTALBUANANEW.COM, TANJAB BARAT – Di tengah hiruk pikuk pembangunan, masih ada potret pilu yang luput dari perhatian. Dua kakak beradik yatim piatu di Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, harus bertahan hidup dalam sebuah gubuk berdinding papan yang kondisinya kian memprihatinkan dan jauh dari kata layak huni.

Mereka adalah Rodi (25) dan adiknya, Nikita Azwa (8). Sejak kedua orang tua mereka meninggal dunia, Rodi memikul tanggung jawab besar sebagai kepala keluarga sekaligus pelindung bagi sang adik yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Dalam keterbatasan, keduanya berjuang menjalani hari-hari dengan penuh ketabahan.

Namun cobaan tak berhenti di situ. Beberapa waktu lalu, musibah angin kencang menerjang kediaman mereka. Sebatang pohon sawit tumbang dan menghantam bagian dapur rumah, menyebabkan kerusakan parah yang hingga kini belum mampu mereka perbaiki.

“Waktu itu angin sangat kencang. Batang sawit jatuh dan menimpa dapur rumah kami. Sejak kejadian itu, rumah kami makin rusak. Kami tidak punya biaya untuk memperbaikinya,” ungkap Rodi dengan nada lirih, Sabtu (28/2/2026).

Kondisi rumah yang sudah lapuk dimakan usia kini semakin rapuh. Dinding papan berlubang, atap yang tak lagi kokoh, serta bagian dapur yang hancur membuat tempat tinggal tersebut rawan ambruk sewaktu-waktu. Selain tidak nyaman, situasi ini juga membahayakan keselamatan Rodi dan Nikita, terlebih saat hujan deras dan angin kembali berhembus kencang.

Sebagai tulang punggung keluarga, Rodi berupaya mencari penghasilan seadanya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun dengan keterbatasan ekonomi yang mereka alami, memperbaiki rumah menjadi sesuatu yang sulit diwujudkan tanpa bantuan pihak lain.

Kisah mereka pun mengetuk hati warga sekitar. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat melalui dinas terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Perumahan, dapat segera turun tangan memberikan perhatian serius. Tidak hanya bantuan perbaikan rumah, tetapi juga dukungan sosial dan jaminan kesejahteraan bagi masa depan Nikita yang masih kecil.

Para wakil rakyat yang mewakili daerah tersebut juga diharapkan dapat memperjuangkan nasib dua bersaudara ini agar memperoleh hak hidup yang layak sebagaimana warga negara lainnya.

Di balik keterbatasan dan kesederhanaan itu, tersimpan harapan besar. Rodi dan Nikita Azwa hanya ingin tinggal di rumah yang aman, tidak bocor saat hujan, dan tidak lagi dihantui rasa takut setiap kali angin kencang datang. Mereka menanti hadirnya kepedulian dan uluran tangan yang dapat mengubah duka menjadi secercah harapan baru.

0Comments