“Dari Makhluk Hidup hingga Makna Hidup: Filsafat dalam Pendidikan Biologi”
![]() |
| Oleh : Noriega Fazri Mahasiswa S2 Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau |
Identitas Buku
Judul Buku : Filsafat Pendidikan Biologi: Dasar Filosofis, Epistemologis, dan Aplikatif dalam Pendidikan Biologi
Penulis : L.N. Firdaus
Desain Cover : Dwi Novidiyantoko
Tata Letak : Joko W
Penerbit : Penerbit Deepublish (Grup Penerbitan CV Budi Utama)
Tahun Terbit : 2025
Jumlah Halaman : 96 halaman
Alamat Penerbit
Jl. Rajawali, Gg. Elang 6, No. 3, Drono, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman
Jl. Kaliurang Km. 9,3 – Yogyakarta 55581
Telp./Faks: (0274) 4533427
Website: https://penerbitdeepublish.com
https://deepublishstore.com
E-mail: cs@deepublish.co.id
---
Dalam konteks pembelajaran biologi, memahami makhluk hidup tidak cukup hanya melalui fakta ilmiah seperti struktur sel, sistem organ, atau interaksi ekosistem. Lebih dari itu, biologi menyimpan dimensi yang lebih dalam, yaitu bagaimana manusia memaknai kehidupan itu sendiri. Melalui bukunya Filsafat Pendidikan Biologi: Dasar Filosofis, Epistemologis, dan Aplikatif dalam Pendidikan Biologi, Prof. Firdaus L.N. berupaya mengisi ruang tersebut dengan menawarkan pandangan mendalam tentang peran filsafat dalam memahami, mengajarkan, dan mengembangkan biologi sebagai sarana pembentukan karakter manusia.
Buku yang diterbitkan oleh Deepublish (CV Budi Utama) pada tahun 2025 ini menjadi bacaan penting bagi mahasiswa, guru, maupun dosen yang ingin memahami biologi bukan hanya sebagai ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai pandangan hidup yang mengandung nilai moral, etika, dan tanggung jawab ekologis.
Pada bab-bab awal, Prof. Firdaus menjelaskan tentang ontologi biologi, yakni hakikat dari apa yang dipelajari dalam ilmu biologi. Ia mengulas konsep kehidupan, struktur, fungsi, hingga interaksi antarorganisme dengan lingkungannya. Melalui pendekatan ontologis tersebut, pembaca diajak menyadari bahwa setiap fenomena biologis memiliki realitas objektif yang dapat dikaji secara ilmiah, namun tetap mengandung nilai etis dalam upaya menjaga kelestarian kehidupan di bumi.
Selanjutnya, bagian epistemologi biologi menjadi inti pembahasan mengenai bagaimana pengetahuan dalam biologi diperoleh. Prof. Firdaus menekankan pentingnya metode ilmiah—melalui observasi, eksperimen, dan refleksi—dalam membangun pemahaman tentang kehidupan. Dalam konteks pendidikan, hal ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membimbing peserta didik untuk berpikir kritis, melakukan penelitian, dan menemukan konsep melalui pengalaman langsung di lapangan maupun laboratorium.
Pada bagian akhir, penulis menyoroti aksiologi biologi, yaitu nilai dan tujuan dari pembelajaran biologi itu sendiri. Ia mengajak para pendidik untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap alam dan kehidupan. Pendidikan biologi, menurutnya, tidak hanya bertujuan membentuk siswa yang unggul secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki karakter ekologis serta kesadaran moral dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Buku ini juga dilengkapi dengan contoh pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan relevan untuk diterapkan di kelas. Guru dapat mengaitkan konsep filsafat dengan pembelajaran nyata, seperti menjelaskan ekosistem melalui nilai ontologis tentang keberadaan makhluk hidup atau menghadirkan eksperimen sederhana yang mencerminkan proses epistemologis dalam sains.
Sebagai mahasiswa pendidikan biologi, saya memandang buku ini bukan sekadar bacaan akademik, melainkan juga sumber inspirasi untuk menjadi pendidik yang reflektif dan bijaksana. Membaca Filsafat Pendidikan Biologi mengingatkan kita bahwa mengajar biologi bukan hanya soal menjelaskan teori atau konsep, tetapi juga tentang menanamkan nilai kehidupan, menghargai keberagaman makhluk hidup, serta menumbuhkan tanggung jawab moral terhadap alam.
Melalui karya ini, Prof. Firdaus L.N. berhasil menghadirkan pemikiran bahwa pendidikan biologi sejatinya adalah pendidikan tentang kehidupan itu sendiri—sebuah ajakan untuk menanamkan kebijaksanaan ekologis dan etika keberlanjutan kepada generasi muda.
Saya menilai buku Filsafat Pendidikan Biologi layak menjadi referensi utama bagi siapa pun yang terlibat dalam dunia pendidikan biologi. Buku ini tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran filosofis tentang makna kehidupan dan tanggung jawab manusia di dalamnya.
Sebagai pembaca, buku ini terasa seperti perjalanan spiritual di tengah dunia akademik. Ia tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menyalakan kesadaran. Buku ini mengajarkan bahwa menghidupkan pelajaran berarti juga menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan. Di situlah letak keindahannya—bahwa buku ini tidak sekadar berbicara tentang biologi, melainkan tentang kehidupan itu sendiri.


Post a Comment