Pendidikan agama di lingkungan masyarakat sangat penting di tengah maraknya penggunaan Android dan media digital

 


BANGKO – Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, menghadiri acara perpisahan dan wisuda angkatan ke-20 santri dan santriwati Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur'an Wal Hadits Al-Munawwaroh, Kelurahan Dusun Bangko, Kecamatan Bangko, Selasa (19/05/2026).


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 32 santri diwisuda, terdiri dari 8 santri putra dan 24 santri putri. Pada kesempatan itu, Wabup A. Khafidh menekankan pentingnya peran para santri setelah kembali ke tengah masyarakat, khususnya dalam membina generasi muda di desa masing-masing.



Menurutnya, para alumni pesantren diharapkan dapat aktif mengajarkan ilmu agama, terutama mengaji kepada anak-anak usia sekolah dasar hingga SMP, sebagai langkah membentengi generasi muda dari dampak negatif perkembangan teknologi dan penggunaan gadget.


“Untuk santri dan santriwati yang balik ke dusun, tolong diajak anak-anak yang masih sekolah SD atau SMP yang tidak masuk pesantren. Kita ingin para santri berkolaborasi mengajar ngaji, minimal memanfaatkan waktu antara Maghrib sampai Isya,” ujar A. Khafidh.



Ia menilai, penguatan pendidikan agama di lingkungan masyarakat sangat penting di tengah maraknya penggunaan Android dan media digital di kalangan anak-anak. Karena itu, pengawasan keluarga dan lingkungan dinilai menjadi faktor utama agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif.


Selain itu, Wabup juga mengingatkan pentingnya pengawasan di lingkungan pesantren dengan melibatkan aparat penegak hukum dan dinas terkait, guna mencegah terjadinya berbagai persoalan yang tidak diinginkan.


Tak hanya itu, A. Khafidh turut mendorong para santri yang memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia menyebut, saat ini banyak perguruan tinggi negeri yang membuka jalur khusus bagi hafiz dan hafizah Al-Qur’an.


“Kesempatan sekarang ini banyak universitas yang menerima hafiz dan hafizah Al-Qur’an. Terutama yang hafal 30 juz, itu bisa masuk tanpa melalui tes,” katanya.


Ia menambahkan, sejumlah perguruan tinggi negeri seperti Universitas Riau di Pekanbaru dan beberapa universitas di Medan telah menyediakan jalur khusus bagi penghafal Al-Qur’an.


“Para hafiz dan hafizah dipandang sebagai orang-orang yang cerdik dan pandai, karena menghafal Al-Qur’an itu tingkat kesulitannya tinggi. Maka manfaatkan kesempatan emas ini,” pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setda Merangin Sukoso, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Misrinaldi, Kabag Kesra Agus Salim, Camat Bangko Edward, Kapolsek Bangko Iptu Adri, perwakilan Kejari Merangin, serta perwakilan TNI anggota Kodim 0420/Sarko.


Sumber    : Kominfo Merangin

Wartawan: ROLEX

Also read
Copied!

Latest News

  • Pendidikan agama di lingkungan masyarakat sangat penting di tengah maraknya penggunaan Android dan media digital
  • Pendidikan agama di lingkungan masyarakat sangat penting di tengah maraknya penggunaan Android dan media digital
  • Pendidikan agama di lingkungan masyarakat sangat penting di tengah maraknya penggunaan Android dan media digital
  • Pendidikan agama di lingkungan masyarakat sangat penting di tengah maraknya penggunaan Android dan media digital
  • Pendidikan agama di lingkungan masyarakat sangat penting di tengah maraknya penggunaan Android dan media digital
  • Pendidikan agama di lingkungan masyarakat sangat penting di tengah maraknya penggunaan Android dan media digital

Post a Comment