Camat Sungai Pagu Menargetkan Transformasi RTH Muara Labuah Menjadi Ikon Baru Kota
Solsel – Suasana Minggu pagi (14/6/2026) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muara Labuh tampak lebih hidup dari biasanya. Usai riuh kegiatan senam dan Car Free Day Camat Sungai Pagu, Adila Rekriyaldi, terlihat membaur bersama warga di area Pujasera. Sembari menikmati sarapan, ia berbagi kabar baik yang dinanti-nanti masyarakat tiga kecamatan, Sungai Pagu, Pauh Duo dan Koto Parik Gadang Diateh.
Rencana pemugaran RTH Muara Labuh yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga kini bukan lagi sekadar wacana. Proyek penataan ulang pusat keramaian ini terus menunjukkan grafik kemajuan yang positif.
"Alhamdulillah, sudah ada progres nyata. Yang paling disyukuri, masyarakat di sekitar kawasan RTH Muara Labuh memberikan dukungan penuh terhadap rencana ini," ujar Adila optimis di sela-sela diskusinya bersama awak media.
Bagi masyarakat setempat, RTH Muara Labuh bukan sekadar lahan lapang. Ia adalah ruang interaksi sosial, tempat melepas penat, sekaligus motor penggerak ekonomi mikro. Menyadari potensi besar tersebut, pemerintah daerah berkomitmen mengubah wajah kawasan ini menjadi jauh lebih estetis, rapi dan nyaman.
Langkah ini juga menjadi penerjemahan langsung dari instruksi pimpinan daerah. Berdasarkan arahan Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan, RTH Muara Labuh ditargetkan bertransformasi menjadi ikon baru yang mempercantik estetika kota sekaligus menjaga fungsi ekologisnya sebagai ruang hijau.
Untuk memuluskan ambisi tersebut, langkah taktis mulai diambil. Pemerintah kecamatan bergerak cepat merangkul seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di wilayah Sungai Pagu lama, termasuk para tokoh masyarakat di Muara Labuh.
Sebagai pijakan awal, sebuah Satuan Tugas (Satgas) khusus akan dibentuk. Satgas ini bertugas mengawal pendekatan kolaboratif kepada warga sekitar sebelum nantinya pengerjaan fisik benar-benar dimulai.
Terkait target waktu, Adila menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah mematangkan cetak biru pembangunan agar eksekusi di lapangan berjalan tanpa hambatan.
"Untuk progres pemugaran, kami optimis tahun ini fokus pada penuntasan pembuatan master plan. Targetnya, pada tahun 2027 nanti kita sudah bisa masuk ke tahap penganggaran pembangunan fisik," jelasnya.
Dalam waktu dekat, pihak kecamatan juga dijadwalkan kembali mengundang tokoh-tokoh kunci dan pihak terkait untuk duduk bersama dalam forum diskusi lanjutan.
Di akhir perbincangan, Adila menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ini tidak bisa lepas dari peran serta publik, termasuk kontrol sosial dari media. Pemerintah kecamatan membuka pintu lebar-lebar terhadap setiap masukan dan saran yang konstruktif.
"Pers adalah mitra strategis yang menjembatani informasi sekaligus mengawal jalannya pembangunan agar tetap berada di jalur yang benar demi kesejahteraan masyarakat Solok Selatan," tutupnya. (cherry)



Post a Comment