Drainase Tersumbat di Jantung Kota Duri, Pemda Dinilai Lepas Tangan.



DURI.– Kondisi drainase yang tersumbat di kawasan Pasar Dewi Sartika, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kawasan yang merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di Kota Duri itu terlihat memprihatinkan, saluran pembuangan air dipenuhi sedimentasi, sampah, serta tertutup bangunan dan material di sejumlah titik, sehingga aliran air tidak berjalan sebagaimana mestinya.


Berdasarkan pantauan awak media di lapangan Jum'at (05/06), drainase yang berada di sepanjang ruas pasar tampak tidak terawat. Selain menimbulkan genangan saat hujan turun, kondisi tersebut juga berpotensi menjadi sumber penyakit akibat lingkungan yang kumuh dan tidak higienis. Ironisnya, persoalan ini terjadi di kawasan padat penduduk yang setiap hari menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat.


Kekecewaan masyarakat semakin memuncak setelah salah seorang anggota Aliansi Masyarakat Pasar Duri (AMPD) mempertanyakan kondisi tersebut kepada pihak Kelurahan Duri Barat (Rahmawati, S.H ). Namun jawaban yang diterima justru dinilai tidak mencerminkan semangat pelayanan publik.



Menurut keterangan yang diterima, saat dikonfirmasi mengenai penanganan drainase, pihak kelurahan secara spontan menyampaikan bahwa tidak tersedia anggaran APBD untuk melakukan perbaikan maupun normalisasi saluran.


"Anggaran APBD kita tidak ada pak. Jadi permasalahan kondisi ini saya serahkan saja ke Aliansi Masyarakat Pasar Duri," ujar lurah (Rahmawati, S.H ) sebagaimana disampaikan oleh anggota AMPD.


Pernyataan tersebut sontak memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat, Sebab'' fungsi pemerintah bukan sekadar menyampaikan keterbatasan anggaran, melainkan mencari solusi, berkoordinasi dengan instansi teknis terkait, dan memperjuangkan kebutuhan warga kepada pemerintah daerah.


Masyarakat menilai alasan ketiadaan anggaran tidak dapat dijadikan pembenaran untuk membiarkan persoalan yang menyangkut kepentingan umum berlarut-larut. Terlebih, drainase merupakan infrastruktur dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan lingkungan, kenyamanan warga, dan kelancaran aktivitas ekonomi.


"Kalau memang tidak ada anggaran di kelurahan, kenapa tidak diusulkan ke kecamatan, dinas terkait, atau melalui pokok-pokok pikiran dan program prioritas daerah? Masyarakat butuh solusi, bukan lempar tanggung jawab," ungkap salah seorang warga.


Kondisi ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mewujudkan tata kelola perkotaan yang baik. Pasar Dewi Sartika bukanlah lokasi terpencil, melainkan wajah utama Kota Duri yang setiap hari dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah.


Publik kini menunggu langkah nyata dari instansi terkait, baik pihak kelurahan, kecamatan, maupun dinas teknis yang berwenang. Jangan sampai persoalan drainase yang sebenarnya dapat diantisipasi sejak dini justru terus dibiarkan hingga menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.


Kritik yang muncul hari ini bukan semata soal drainase yang tersumbat, melainkan tentang bagaimana pemerintah merespons keluhan rakyat. Sebab masyarakat tidak pernah meminta keajaiban, mereka hanya meminta kehadiran negara melalui tindakan nyata, bukan sekadar alasan bahwa anggaran tidak ada.(Sht)

Also read
Copied!

Latest News

  • Drainase Tersumbat di Jantung Kota Duri, Pemda Dinilai Lepas Tangan.
  • Drainase Tersumbat di Jantung Kota Duri, Pemda Dinilai Lepas Tangan.
  • Drainase Tersumbat di Jantung Kota Duri, Pemda Dinilai Lepas Tangan.
  • Drainase Tersumbat di Jantung Kota Duri, Pemda Dinilai Lepas Tangan.
  • Drainase Tersumbat di Jantung Kota Duri, Pemda Dinilai Lepas Tangan.
  • Drainase Tersumbat di Jantung Kota Duri, Pemda Dinilai Lepas Tangan.

Post a Comment