Diduga Kerusakan Alat Laboratorium Hambat Pelayanan Donor Darah di RSUD Mandau, Keluarga Pasien Sampaikan Keluhan
MANDAU – Pelayanan kesehatan di RSUD Mandau menjadi sorotan setelah keluarga seorang pasien menyampaikan keluhan terkait lambatnya proses pelayanan donor darah yang diduga dipengaruhi oleh kerusakan alat laboratorium. Kondisi tersebut, menurut keluarga, berdampak terhadap penanganan pasien yang membutuhkan transfusi darah. 17 Juli 2026
Keluhan itu disampaikan keluarga pasien melalui percakapan WhatsApp dengan Direktur RSUD Mandau, drg. Sylvia Febriani. Dalam percakapan yang diperlihatkan kepada media, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa alat laboratorium yang digunakan untuk pemeriksaan darah sedang mengalami kerusakan sehingga pemeriksaan harus dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu sekitar 12 jam.
Direktur RSUD Mandau juga menjelaskan bahwa proses perbaikan alat telah dilakukan dengan memesan komponen pengganti dari Jakarta. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu karena suku cadang berasal dari luar negeri dan teknisi yang menangani peralatan tersebut tidak tersedia di Pekanbaru.
"Kami sudah menjelaskan kepada pasien bahwa alat sedang rusak dan secara manual perlu 12 jam pemeriksaan," tulis Direktur RSUD Mandau dalam percakapan tersebut.
Menurut keluarga pasien, keterlambatan pelayanan tersebut menyebabkan seorang pasien pascaoperasi yang masih membutuhkan transfusi darah karena kadar hemoglobin (Hb) rendah memilih pulang atas permintaan sendiri (APS). Akibat keputusan tersebut, keluarga mengaku menghadapi berbagai konsekuensi, termasuk kendala dalam penggunaan fasilitas BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, keluarga juga mengungkapkan bahwa anak mereka yang menjalani operasi di RS Thursina Duri tidak memerlukan rujukan ke Pekanbaru, sebagaimana opsi yang disampaikan pihak RSUD Mandau bagi pasien dalam kondisi kritis. Menurut keluarga, pasien hanya membutuhkan transfusi darah karena kadar hemoglobin (Hb) rendah sebagai persiapan menjalani operasi. Namun, karena pelayanan donor darah diproses melalui RSUD Mandau, kendala pada alat laboratorium tersebut dikhawatirkan menghambat proses penyediaan darah yang dibutuhkan sebelum tindakan operasi dapat dilakukan.
Pihak RSUD Mandau dalam percakapan tersebut menyampaikan bahwa bagi pasien dengan kondisi kritis tersedia opsi untuk dirujuk ke rumah sakit di Pekanbaru. Namun, keluarga menilai solusi tersebut tidak relevan untuk kasus anak mereka karena yang dibutuhkan bukanlah perawatan lanjutan di rumah sakit rujukan, melainkan ketersediaan darah agar operasi di RS Thursina dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Keluarga juga mempertanyakan kesiapan pelayanan di rumah sakit milik pemerintah apabila alat penunjang pelayanan yang bersifat vital mengalami kerusakan dalam waktu yang cukup lama. Mereka berharap terdapat langkah cepat agar masyarakat tidak menjadi pihak yang menanggung dampak dari kendala teknis tersebut.
Atas peristiwa ini, keluarga menyatakan akan menyampaikan laporan kepada Ombudsman Republik Indonesia, mengirim surat kepada Kementerian Kesehatan, serta meminta adanya evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Mandau agar kejadian serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Mandau telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien dan menegaskan bahwa kerusakan alat bukan merupakan kondisi yang diinginkan oleh pihak rumah sakit. RSUD juga menjelaskan bahwa proses perbaikan masih menunggu kedatangan komponen pengganti dari luar negeri.



Post a Comment