Mahasiswa KUKERTA UNRI 2026 Laksanakan Pengenalan Pestisida Nabati sebagai Solusi Pengendalian Hama di KWT Kamboja Desa Bandar Sungai
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang pengenalan pestisida nabati kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kamboja di Desa Bandar Sungai pada Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KUKERTA sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi KWT Kamboja, yaitu serangan hama pada bibit tanaman yang menghambat pertumbuhan serta berpotensi menurunkan kualitas hasil pembibitan.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KUKERTA terlebih dahulu melakukan observasi dan berdiskusi bersama anggota KWT Kamboja. Berdasarkan hasil observasi tersebut, ditemukan bahwa beberapa jenis tanaman mengalami serangan hama yang menyebabkan daun berlubang, pertumbuhan tanaman menjadi kurang optimal, bahkan sebagian tanaman mulai mengalami kerusakan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI merancang program sosialisasi dengan memperkenalkan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang efektif, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian pestisida nabati, manfaat, keunggulan, serta perbedaannya dengan pestisida kimia. Mahasiswa menjelaskan bahwa pestisida nabati merupakan pestisida yang dibuat dari bahan-bahan alami, seperti daun, rempah-rempah, dan berbagai jenis tanaman yang mengandung senyawa aktif untuk mengendalikan hama. Selain lebih aman bagi lingkungan, pestisida nabati juga relatif mudah dibuat menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar masyarakat serta lebih aman bagi kesehatan apabila digunakan sesuai dengan anjuran.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memperkenalkan beberapa bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati, di antaranya daun sirih, daun pepaya, bawang putih, lidah buaya, dan kunyit. Peserta diberikan penjelasan mengenai kandungan alami dari masing-masing bahan yang mampu mengusir maupun menekan perkembangan berbagai jenis hama tanaman. Selain itu, mahasiswa menjelaskan tahapan pembuatan pestisida nabati, mulai dari pemilihan bahan, proses penghalusan, penyaringan, hingga teknik pengaplikasian yang tepat pada tanaman.
Selama kegiatan berlangsung, anggota KWT Kamboja menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari partisipasi aktif para peserta dalam praktik pembuatan larutan pestisida nabati hingga proses penyemprotan pada tanaman. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan mengenai teknik pembuatan, cara penggunaan, serta efektivitas pestisida nabati dalam mengatasi serangan hama. Melalui praktik secara langsung, peserta memperoleh pengalaman yang dapat meningkatkan pemahaman mereka dalam mengolah dan mengaplikasikan pestisida nabati secara tepat, aman, dan ramah lingkungan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan anggota KWT Kamboja dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh untuk mengatasi serangan hama pada tanaman budidaya mereka. Penggunaan pestisida nabati diharapkan dapat menjadi alternatif pengendalian hama yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan, sehingga mampu mendukung terwujudnya pertanian yang berkelanjutan di Desa Bandar Sungai, khususnya pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kamboja.





Post a Comment