Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Manfaatkan Sampah Bekas Pacu Jalur Menjadi Ecobrick untuk Peta Desa

 


Desa Pulau Rengas — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau memanfaatkan sampah plastik bekas kegiatan Pacu Jalur di kawasan Tepian Burondo, Desa Pulau Rengas, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, menjadi ecobrick. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kreatif dalam mengolah kembali limbah plastik agar memiliki nilai guna dan manfaat bagi lingkungan desa.


Pemanfaatan sampah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan setelah kawasan Tepian Burondo digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat. Sampah plastik yang terkumpul tidak hanya dibuang, tetapi dipilah dan dimanfaatkan kembali melalui proses pembuatan ecobrick.



Ecobrick dibuat dengan memanfaatkan botol plastik sebagai wadah yang kemudian diisi dengan sampah plastik hingga menjadi material yang padat. Hasil olahan tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai bagian dari pembuatan Peta Administrasi Desa Pulau Rengas. Pada papan peta, ecobrick berbahan botol plastik digunakan sebagai elemen pendukung sekaligus memberikan sentuhan kreatif pada tampilan peta.


Peta Administrasi Desa Pulau Rengas memuat informasi mengenai wilayah dan batas-batas administrasi desa sehingga dapat menjadi salah satu media informasi bagi masyarakat. Pemanfaatan ecobrick pada bagian pendukung peta memberikan nilai tambah pada fasilitas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa limbah plastik dapat diolah menjadi material yang memiliki fungsi baru.


Kegiatan ini menjadi contoh sederhana penerapan konsep pengelolaan sampah melalui prinsip pemanfaatan kembali. Selain membantu mengurangi sampah plastik, pembuatan ecobrick juga mendorong kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan karya yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan desa.


Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau turut mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik yang dihasilkan dari berbagai kegiatan masyarakat.


Pemanfaatan ecobrick pada Peta Administrasi Desa Pulau Rengas menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dipadukan dengan kebutuhan desa. Dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, lahir sebuah karya yang memiliki fungsi sekaligus pesan edukatif tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Also read
Copied!

Latest News

  • Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Manfaatkan Sampah Bekas Pacu Jalur Menjadi Ecobrick untuk Peta Desa
  • Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Manfaatkan Sampah Bekas Pacu Jalur Menjadi Ecobrick untuk Peta Desa
  • Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Manfaatkan Sampah Bekas Pacu Jalur Menjadi Ecobrick untuk Peta Desa
  • Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Manfaatkan Sampah Bekas Pacu Jalur Menjadi Ecobrick untuk Peta Desa
  • Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Manfaatkan Sampah Bekas Pacu Jalur Menjadi Ecobrick untuk Peta Desa
  • Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Manfaatkan Sampah Bekas Pacu Jalur Menjadi Ecobrick untuk Peta Desa

Post a Comment