Mahasiswa KUKERTA UNRI Kecamatan Hulu Kuantan Gelar Lokakarya, Paparkan Hasil Pengabdian di Lima Desa
KUANTAN SINGINGI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Kecamatan Hulu Kuantan menggelar lokakarya sebagai wadah penyampaian hasil dan capaian program selama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri oleh Camat Hulu Kuantan, Bapak Azizman, S.ST., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Nur Arini Yulia, S.ST., M.M.Par., serta lima kepala desa yang menjadi lokasi KUKERTA, yaitu Desa Lubuk Ambacang, Desa Tanjung, Desa Sungai Pinang, Desa Sungai Alah, dan Desa Sampurago.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Gustina Roza, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Oktaviani Nduru. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dea Citra serta pembacaan doa oleh Khairi Nugraha.
Selanjutnya, Ketua Pelaksana Lokakarya, Aghistira Alraya Syakti, menyampaikan laporan kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari DPL, Ibu Nur Arini Yulia, S.ST., M.M.Par., dan Camat Hulu Kuantan, Bapak Azizman, S.ST.
Dalam sambutannya, DPL menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan berbagai program KUKERTA yang telah dilakukan mahasiswa di masing-masing desa. Sementara itu, Camat Hulu Kuantan turut mengapresiasi kontribusi mahasiswa selama melaksanakan pengabdian dan berharap berbagai program yang telah dihasilkan dapat memberikan manfaat serta terus dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian plakat dari DPL kepada Camat Hulu Kuantan sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan selama pelaksanaan KUKERTA. Selanjutnya, masing-masing Ketua KUKERTA memberikan plakat kepada kepala desa dari lima lokasi KUKERTA sebagai bentuk penghargaan atas dukungan dan kerja sama selama mahasiswa melaksanakan pengabdian.
Desa Sungai Pinang Tampilkan Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit
Memasuki kegiatan inti, Desa Sungai Pinang menjadi kelompok pertama yang memaparkan hasil pelaksanaan KUKERTA. Pemaparan disampaikan oleh Ketua KUKERTA Desa Sungai Pinang, Alfendika Alditya.
Dalam pemaparannya, disampaikan sejumlah output utama berupa pemetaan potensi limbah kelapa sawit dalam bentuk peta tematik, khususnya mengenai ketersediaan pelepah kelapa sawit di Desa Sungai Pinang. Mahasiswa juga menghasilkan alat raut yang digunakan untuk membersihkan pelepah dan daun kelapa sawit.
Selain itu, mahasiswa mengembangkan berbagai kerajinan berbahan dasar lidi kelapa sawit, berupa piring anyaman, hiasan dinding, dan kotak tisu. Sebanyak 15 piring anyaman turut dibawa dan dipamerkan dalam kegiatan lokakarya sebagai hasil nyata dari program pemanfaatan limbah kelapa sawit.
Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa limbah kelapa sawit dapat diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai guna serta berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Dalam pemaparan tersebut, Alfendika Alditya didampingi seluruh anggota KUKERTA Desa Sungai Pinang, yaitu Aqhila Fadya Haya, Deri Dozer Karli, Ferdi Daniel Fajar Butar-Butar, Fibia Mahera, Iklima Wulandari, Kesya Melky Pleruca, Khairi Nugraha, Maulidya Rakhman, dan Ulfa. Para anggota turut memperlihatkan berbagai hasil yang telah dikerjakan selama masa KUKERTA.
Setelah pemaparan dari Desa Sungai Pinang, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan hasil KUKERTA dari Desa Lubuk Ambacang, Desa Sungai Alah, Desa Sampurago, dan Desa Tanjung. Masing-masing kelompok menyampaikan program serta output yang telah dihasilkan sesuai dengan potensi dan kebutuhan desa selama pelaksanaan KUKERTA.
Setelah seluruh kelompok selesai memaparkan hasil kegiatan, lokakarya dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh Camat Hulu Kuantan, DPL, para kepala desa, serta seluruh mahasiswa KUKERTA UNRI Kecamatan Hulu Kuantan. Kegiatan kemudian ditutup oleh MC.
Melalui lokakarya tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI Kecamatan Hulu Kuantan dapat menyampaikan berbagai hasil pengabdian sekaligus memperlihatkan output nyata yang telah dihasilkan selama berada di desa.
Berbagai hasil dan program tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat bersama pemerintah desa sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di masing-masing desa.


Post a Comment