MAKRIFAT DAN TAFSIR BISMILLAH UNTUK MERAIH MANFAAT NYATA KALIMAH BISMILLAH
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera kepada saudara-saudaraku setanah air.
Bismillah atau basmalah merupakan kalimat yang sangat akrab di lisan setiap muslim. Bahkan, karena begitu seringnya diucapkan, baik secara sadar maupun tidak sadar, terkadang kita menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja.
Untuk menepis anggapan tersebut, marilah kita bersama-sama mengkaji makna dan makrifat Bismillah. Dengan memahami maknanya, semoga kita tidak hanya sekadar mengucapkannya, tetapi juga dapat menghayati dan mengamalkan kandungan yang terdapat di dalamnya.
KISAH TENTANG KEAGUNGAN BISMILLAH
Dalam sebuah kisah yang disampaikan dalam kajian keislaman, ketika Allah menurunkan Taurat kepada Nabi Musa a.s., beliau mendapati bahwa di dalamnya terdapat seribu surah dan setiap surah terdiri dari seribu ayat.
Nabi Musa a.s. kemudian berkata:
“Ya Tuhanku, kalau demikian, siapa yang sanggup membaca dan menghafalnya?”
Allah menjawab bahwa Dia akan menurunkan kitab yang lebih agung dari kitab tersebut.
Nabi Musa a.s. bertanya:
“Ya Tuhanku, kepada siapa kitab itu akan diturunkan?”
Allah menjawab:
“Kepada Muhammad, penutup para nabi.”
Dalam kisah tersebut juga disebutkan bahwa Allah menurunkan sejumlah kitab dan suhuf kepada para nabi. Kitab-kitab terdahulu kemudian dirangkum maknanya dalam Al-Qur’an.
Al-Qur’an terdiri dari 114 surah dan 30 juz. Dalam tradisi kajian makrifat, seluruh makna Al-Qur’an kemudian dipandang terangkum dalam Surah Al-Fatihah, sedangkan makna Al-Fatihah dipandang terangkum dalam Bismillah.
Dalam kajian simbolik tersebut, tujuh ayat Al-Fatihah dikaitkan dengan tujuh unsur huruf dalam tulisan Bismillah, yaitu:
Ba’, Sin, Mim, Alif, Lam, Lam, Ha.
Kemudian, makna Bismillah dalam kajian makrifat dikaitkan dengan titik pada huruf Ba’. Titik tersebut dipandang sebagai isyarat kepada keesaan Allah, sedangkan bentuk lengkungan huruf Ba’ di atas titiknya dimaknai sebagai gambaran bahwa Allah Yang Maha Esa menguasai dan mengatur seluruh alam raya.
Pemaknaan seperti ini merupakan bagian dari kajian simbolik dan makrifat yang berkembang dalam tradisi keilmuan tertentu.
BISMILLAH SEBAGAI KALIMAH YANG AGUNG
Bismillah dipandang sebagai karunia yang sangat istimewa bagi Nabi Muhammad saw. dan umatnya. Kalimat ini memiliki keutamaan yang besar ketika dibaca dengan penuh kesadaran, keyakinan, dan penghayatan.
Dalam salah satu kajian yang berkembang di masyarakat, disebutkan bahwa Bismillahirrahmanirrahim terdiri dari 19 huruf. Jumlah tersebut kemudian dikaitkan secara simbolik dengan 19 malaikat penjaga neraka yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Dalam pemahaman tersebut, Bismillah dipandang sebagai salah satu bentuk perlindungan bagi orang yang membacanya dengan penuh keyakinan.
Demikian pula terdapat pemahaman dalam sebagian kajian bahwa basmalah dapat menjadi sebab perlindungan dari berbagai bala dan musibah, bahkan disebutkan hingga 70 macam bala.
Namun, tentu saja, membaca Bismillah bukan berarti manusia terbebas secara mutlak dari semua ujian kehidupan. Seorang muslim tetap akan mengalami ujian, sakit, kesulitan, dan berbagai keadaan lainnya sebagai bagian dari kehidupan.
Yang terpenting adalah bagaimana kita memahami Bismillah sebagai bentuk tawakal, doa, dzikir, dan pengakuan bahwa segala daya dan kekuatan berasal dari Allah.
MAKNA BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Mari kita memahami makna Bismillah secara sederhana:
BISMILLAH
Artinya:
“Dengan nama Allah.”
Kemudian:
AR-RAHMAN
Yang Maha Pengasih kepada seluruh makhluk-Nya.
Kasih sayang Allah dalam sifat Ar-Rahman mencakup seluruh makhluk. Allah memberikan rezeki kepada makhluk-Nya, baik kepada orang yang beriman maupun yang belum beriman.
Karena itu, jangan heran apabila kita melihat orang yang berbeda keyakinan tetap memperoleh rezeki, kesehatan, kesuksesan, dan berbagai kenikmatan dunia. Semua itu merupakan bagian dari luasnya rahmat Allah di dunia.
Selanjutnya:
AR-RAHIM
Yang Maha Penyayang.
Dalam kajian makrifat, sifat Ar-Rahim dipahami sebagai kasih sayang Allah yang memiliki kekhususan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Karena itu, seorang muslim meyakini bahwa rahmat Allah di akhirat memiliki bentuk yang berbeda dengan rahmat-Nya di dunia.
PERBEDAAN MAKNA AR-RAHMAN DAN AR-RAHIM
Secara sederhana, kita dapat mengambil pelajaran:
Ar-Rahman menggambarkan luasnya kasih sayang Allah yang mencakup seluruh makhluk-Nya di dunia.
Ar-Rahim menggambarkan kasih sayang Allah yang khusus bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, terutama dalam kehidupan akhirat.
Dengan memahami hal tersebut, kita dapat melihat bahwa rezeki dunia tidak selalu menjadi ukuran kedekatan seseorang kepada Allah.
Orang yang beriman maupun yang tidak beriman sama-sama dapat memperoleh rezeki dunia. Namun, keselamatan dan kebahagiaan akhirat merupakan perkara yang berkaitan dengan iman, amal saleh, rahmat Allah, dan kehendak-Nya.
Mengapa masih ada orang muslim yang masuk neraka?
Dalam pemahaman Islam, seorang muslim dapat memperoleh hukuman akibat dosa-dosanya apabila Allah menghendaki. Sebagian ulama menjelaskan bahwa orang beriman yang mendapat hukuman tersebut pada akhirnya dapat memperoleh rahmat Allah dan masuk surga, sesuai dengan kehendak-Nya.
BISMILLAH BUKAN SEKADAR UCAPAN
Inilah bagian penting dari kajian Bismillah.
Orang awam mungkin hanya mengucapkan:
“Bismillahirrahmanirrahim.”
Namun, orang yang berusaha mendalami makrifat tidak hanya mengucapkannya dengan lisan. Ia juga berusaha menghadirkan kesadaran bahwa dirinya sedang menyebut nama Allah.
Ketika hendak makan, ia membaca Bismillah dan menyadari bahwa makanan tersebut berasal dari rezeki Allah.
Ketika hendak bekerja, ia membaca Bismillah dan menyadari bahwa kemampuan untuk bekerja juga merupakan pemberian Allah.
Ketika hendak bepergian, ia membaca Bismillah sambil memohon perlindungan kepada Allah.
Ketika hendak melakukan suatu pekerjaan, ia mengawali dengan Bismillah agar pekerjaannya berada dalam niat yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat.
Dengan demikian, Bismillah bukan sekadar suara yang keluar dari mulut, tetapi juga kesadaran hati bahwa segala sesuatu berlangsung dengan izin Allah.
BACAAN BISMILLAH UNTUK MEMOHON PERLINDUNGAN
Salah satu bacaan yang digunakan dalam kajian ini adalah:
“BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM,
WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM.”
Bacalah 3 kali pada pagi dan sore, serta dapat dibaca ketika hendak makan atau minum sebagai bentuk doa dan memohon perlindungan kepada Allah.
Yang perlu dipahami, bacaan ini merupakan ikhtiar spiritual dan doa, bukan pengganti kewajiban menjaga kesehatan, menghindari makanan berbahaya, atau mendapatkan pertolongan medis apabila diperlukan.
BISMILLAH DALAM IKHTIAR PENGOBATAN
Dalam pengalaman yang pernah saya lakukan, bacaan Bismillah juga pernah digunakan sebagai bagian dari ikhtiar spiritual untuk mendoakan orang yang sedang sakit.
Caranya sebagaimana yang pernah dilakukan dalam pengalaman tersebut adalah membaca Surah Yasin sebanyak 40 kali, kemudian dilanjutkan dengan membaca:
“BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM,
WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM.”
sebanyak 1.000 kali.
Pembacaan dapat dilakukan secara berjamaah agar lebih ringan dan dapat diselesaikan bersama-sama. Para jamaah dapat duduk mengelilingi orang yang sedang sakit sambil membaca dengan niat memohon pertolongan dan kesembuhan kepada Allah.
Setelah selesai, doa dapat ditutup dengan memohon kepada Allah agar memberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesehatan kepada orang yang sedang sakit.
Dalam pengalaman saya, pernah dilakukan ikhtiar seperti ini terhadap seorang tetangga yang telah mengalami koma selama berbulan-bulan dan menurut keterangan yang diterima saat itu diperkirakan tidak akan bertahan lama.
Setelah dilakukan ikhtiar tersebut, pasien akhirnya sadar dan meminta makan serta minum. Hingga kemudian, berdasarkan pengalaman yang saya dengar, orang tersebut dapat melanjutkan kehidupannya.
Pengalaman tersebut tentu menjadi sesuatu yang sangat berkesan. Namun, kita tidak boleh menjadikan satu pengalaman sebagai jaminan bahwa cara tersebut pasti menyembuhkan semua penyakit.
Kesembuhan tetap merupakan kehendak Allah, sedangkan manusia wajib berikhtiar dengan doa, dzikir, menjaga kesehatan
PENUTUP
Demikianlah sekelumit kajian tentang makrifat dan tafsir Bismillah yang pernah saya pelajari dan amalkan.
Semoga tulisan ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa Bismillah bukan hanya kalimat yang dibaca sebelum melakukan sesuatu, tetapi juga merupakan bentuk pengakuan bahwa:
“Dengan nama Allah, dengan pertolongan Allah, dan dengan izin Allah.”
Semoga setiap kali kita membaca:
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
hati kita semakin mengenal Allah, semakin berserah diri kepada-Nya, semakin bersyukur atas nikmat-Nya, dan semakin berhati-hati dalam setiap perbuatan.
Semoga Allah memberikan kita perlindungan, kesehatan, keberkahan rezeki, ketenangan hati, serta keselamatan dunia dan akhirat.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Terima kasih.
Catatan: Tulisan ini merupakan kajian dan pengalaman spiritual. Penggunaan doa dan dzikir hendaknya tetap disertai ikhtiar nyata serta tidak menggantikan pemeriksaan atau pengobatan medis.
PEWARIS LADUNI AL-KAUTSAR
Sudirman Chan bin Usman Yusuf
Dari Bukit Lantiak, Seberang Palinggam, Padang
Sebagai bagian dari tradisi kajian dan pengamalan ilmu Laduni Al-Kautsar, semoga setiap ilmu yang dipelajari senantiasa menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak dzikir, memperkuat tauhid, serta memberikan manfaat bagi sesama.
Wallahu a’lam bish-shawab.


Post a Comment