Penghargaan Kemiskinan Bengkalis, Prestasi dan Pekerjaan Rumah
BENGKALIS, RIAU — Kabupaten Bengkalis meraih Juara III kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 tingkat regional Sumatera. Capaian tersebut patut diapresiasi, terlebih Bengkalis juga memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp1 miliar untuk mendukung program penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan.
Namun, penghargaan tersebut sekaligus menjadi ruang evaluasi. Data menunjukkan persentase penduduk miskin Bengkalis turun dari 6,36 persen pada 2024 menjadi 6,08 persen pada 2025. Meski menurun, masih terdapat sekitar 35 ribu lebih penduduk yang berada dalam kategori miskin.
Pertanyaan publik pun sederhana: sejauh mana penurunan angka tersebut benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat desa?
Apakah seluruh keluarga miskin telah mendapatkan akses terhadap pekerjaan, pendidikan, kesehatan, rumah layak huni, bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi?
Terlebih, Pemkab Bengkalis masih melakukan pemutakhiran data melalui DTSEN. Kondisi ini menunjukkan pentingnya memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran.
Dana apresiasi Rp1 miliar juga patut dikawal secara transparan. Publik berhak mengetahui siapa penerima manfaatnya, program apa yang dijalankan, di wilayah mana, serta apa hasil konkretnya.
Penghargaan bukanlah akhir dari perjuangan. Justru menjadi tanggung jawab untuk membuktikan bahwa prestasi yang tercatat di atas kertas benar-benar berbanding lurus dengan perubahan kehidupan masyarakat.
Sebab ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya banyaknya penghargaan yang diterima, tetapi seberapa banyak masyarakat miskin yang benar-benar merasakan perubahan.
Kritik dan pertanyaan publik ini bukan untuk menafikan capaian Pemkab Bengkalis, melainkan bagian dari kontrol sosial agar program pengentasan kemiskinan semakin transparan, tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Catatan: Pemkab Bengkalis dan instansi terkait perlu diberikan ruang klarifikasi mengenai indikator penghargaan, data kemiskinan, serta realisasi pemanfaatan dana apresiasi tersebut.(Sht)


Post a Comment