Klarifikasi SMK 03 Mandau: Sampel MBG Masih Ada dan Sedang Diuji Laboratorium Dinkes
BATHIN SOLAPAN, RIAU — Pihak SMK 03 Mandau memberikan klarifikasi terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9/2026).
Kepala SMK 03 Mandau membenarkan bahwa sejumlah siswa penerima manfaat MBG mengalami keluhan kesehatan. Para siswa dilaporkan mengeluhkan mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan.
Pihak sekolah memastikan siswa yang mengalami keluhan tidak dibiarkan tanpa penanganan. Mereka didampingi dan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis hingga kondisi mereka membaik.
Namun, pihak sekolah menegaskan bahwa sampai saat ini belum dapat dipastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut.
“Memang benar ada puluhan anak yang mengeluhkan sakit berupa mual dan pusing. Seluruh anak tersebut telah kami dampingi dan bawa ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis hingga kondisinya membaik,” demikian klarifikasi pihak sekolah.
Bantah Sampel Makanan Dibuang
Salah satu poin penting dalam klarifikasi sekolah berkaitan dengan keberadaan sampel makanan.
Pihak sekolah menegaskan bahwa sampel makanan masih tersedia dan saat ini sedang dalam tahap pengujian laboratorium oleh Dinas Kesehatan.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian secara ilmiah dan memastikan apakah terdapat persoalan pada makanan yang dikonsumsi siswa.
Pihak sekolah juga menjelaskan bahwa sampel makanan sebelumnya dikeluarkan dari chiller untuk kemudian disimpan secara terpisah.
Menurut sekolah, tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari prosedur pengamanan sampel agar tidak bercampur atau terkontaminasi dengan sampel makanan lainnya.
Keterangan ini sekaligus berbeda dengan informasi yang sebelumnya disampaikan Kepala SPPG Boy, pengelola dapur MBG Yayasan Anak Bangsa Berdaulat.
Dalam keterangan sebelumnya, Kepala SPPG menyebut sampel makanan telah dibuang karena dianggap sudah melewati batas waktu penyimpanan lebih dari 3×24 jam.
Perbedaan informasi tersebut kini menjadi salah satu hal yang perlu mendapat penjelasan lebih lanjut.
Sekolah Tarik Sisa Distribusi
Pihak sekolah menyatakan telah mengambil sejumlah langkah setelah menerima laporan adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan.
Di antaranya menarik sisa makanan yang masih dalam distribusi, mengamankan sampel, serta melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Sekolah juga menegaskan bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama dan pihaknya memilih menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian.
Dengan demikian, pertanyaan mengenai penyebab gangguan kesehatan siswa masih terbuka.
Apakah berkaitan dengan makanan MBG, faktor lain, atau terdapat faktor kesehatan lainnya, semuanya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan laboratorium.
Pihak sekolah meminta agar persoalan tersebut tidak disimpulkan berdasarkan dugaan maupun keterangan sepihak.
Hasil laboratorium nantinya diharapkan menjadi dasar untuk menjelaskan secara objektif kondisi makanan yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian.
Hingga hasil pemeriksaan resmi diterbitkan, pihak sekolah menyatakan tetap memberikan pendampingan kepada siswa dan berkoordinasi dengan instansi terkait.


Post a Comment