Kualitas Udara Zona Rokan Memburuk, Sejumlah Area Capai PSI di Atas 200
Duri Bengkalis, 15 September 2026 — Kualitas udara di sejumlah wilayah Zona Rokan terpantau berada pada level tinggi berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara yang dilakukan pada Selasa, 15 September 2026 pukul 06.00 WIB. Data menunjukkan beberapa titik mencatat Pollutant Standards Index (PSI) di atas 200, terutama di wilayah Rumbai, Minas Field, dan Libo.
Berdasarkan laporan Real Time Air Quality Monitoring Data Report, nilai PSI pada pukul 06.00 WIB tercatat sebagai berikut:
Rumbai: PSI 240
Minas Field: PSI 227
Libo: PSI 215
Duri Field: PSI 209
Duri: PSI 207
Bangko: PSI 193
Petapahan: PSI 180
Dumai: PSI 166
Minas: PSI 158
Nilai tersebut merupakan hasil konversi dari pengukuran PM2.5, dengan data yang disajikan sebagai rata-rata pengukuran kualitas udara selama satu jam.
Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi aktivitas operasional, terutama bagi pekerja yang beraktivitas di area terbuka dan berpotensi terpapar partikulat maupun asap.
Pekerja Diminta Tingkatkan Proteksi
Sejalan dengan kondisi kualitas udara tersebut, seluruh pekerja diimbau menggunakan masker partikulat minimal KN95/N95, khususnya saat bekerja di area terbuka atau lokasi yang terpapar asap.
Pekerja juga diminta mengurangi aktivitas luar ruang yang tidak esensial dan mengoptimalkan pekerjaan di dalam ruangan apabila memungkinkan. Penerapan work-rest cycle, peningkatan konsumsi air atau hidrasi, serta pelaporan segera apabila mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau pusing juga menjadi bagian dari langkah perlindungan.
Para supervisor di lapangan diharapkan melakukan evaluasi risiko harian, menyesuaikan jadwal kegiatan, serta menerapkan rotasi pekerjaan untuk mengurangi durasi paparan pekerja terhadap kondisi udara yang kurang baik.
Pekerja yang memiliki riwayat asma, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), atau mengalami keluhan pernapasan juga diimbau untuk berkonsultasi lebih dini ke klinik.
Pemantauan kualitas udara secara berkala juga perlu dilakukan sebelum pekerjaan dimulai maupun selama kegiatan berlangsung, sehingga langkah pengendalian dapat segera disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Dengan kondisi kualitas udara yang masih tinggi di sejumlah titik, keselamatan dan kesehatan pekerja menjadi prioritas utama. Seluruh pihak diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan perlindungan yang telah ditetapkan.(Hy)


Post a Comment