20 Siswa SDN 100/II Bungo Tak Terdaftar Dapodik, Wali Murid Minta Keadilan
Nasib 20 siswa kelas I SD Negeri 100/II Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi, menjadi tanda tanya setelah disebut tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Padahal, mereka telah mengikuti kegiatan belajar mengajar selama sekitar empat bulan.
Persoalan ini membuat wali murid resah. Mereka khawatir anak-anaknya terpaksa pindah sekolah, terlebih ujian disebut akan berlangsung sekitar dua pekan lagi.
Salah seorang wali murid, Mak Zen, mengatakan anaknya enggan pindah karena sudah nyaman dengan teman sekelas dan cocok dengan wali kelasnya. Para wali murid juga mengaku telah membayar uang seragam sebesar Rp500 ribu.
Sementara itu, Ana Lukita membenarkan melalui pesan singkat bahwa 20 siswa tersebut tidak terdaftar dalam Dapodik. Namun, penyebab dan solusi atas persoalan itu belum mendapat penjelasan lebih lanjut.
Wali murid juga mengungkapkan dugaan intimidasi dalam rapat. Seorang oknum yang disebut sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Dinas Pendidikan diduga menyatakan siswa yang tidak bersedia pindah dari SDN 100 tidak akan diberikan Dapodik. Dugaan ini masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.
Redaksi telah berupaya meminta konfirmasi kepada kepala sekolah melalui pesan singkat dan telepon, tetapi belum mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan. Saat upaya konfirmasi dilakukan ke sekolah, kegiatan belajar mengajar disebut berlangsung secara daring.
Wali murid mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo segera memberikan penjelasan dan solusi konkret. Mereka berharap persoalan administrasi ini tidak mengorbankan hak pendidikan anak-anak yang telah berbulan-bulan mengikuti pembelajaran.
Kini, kejelasan status Dapodik dan kepastian kelanjutan pendidikan 20 siswa tersebut menjadi hal mendesak yang perlu dituntaskan oleh pihak berwenang.
(ROLEX)



Post a Comment