BOBROKNYA SPAM IKK BATHIN SOLAPAN TERKUAK: Di KM 14 Jadi Semak Belukar Rp.5 Miliar Mangkrak, Di KM4,5 Pematang Obo Pagar Tanpa Plank Diduga Asal Jadi.
BATHIN SOLAPAN, BENGKALIS. - Borok proyek Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, terkuak di dua titik berbeda. Jika di Jalan Karet KM14 Desa Boncah Mahang aset Rp5 Miliar mangkrak jadi semak belukar, maka di Jalan Bata Merah Lintas Duri-Dumai KM4,5 Kulim Desa Pematang Obo, pekerjaan pagar pembatasnya justru ditemukan tanpa papan plank proyek dan diduga dikerjakan asal jadi.
Temuan dua lokasi ini mengindikasikan total anggaran SPAM IKK Bathin Solapan sebesar Rp15 Miliar terancam gagal memberikan air bersih kepada warga Bathin Solapan.
Investigasi lapangan Jum'at (23/10/2026) di Jalan Lintas Duri-Dumai KM 14, Desa Boncah Mahang, menemukan instalasi SPAM IKK dalam kondisi mengenaskan:
Rumah pompa pintu besi terbuka dan berlumut, pipa distribusi berkarat dan terbuka. Reservoir Aquastore 300-500 M3 flange tanpa baut dan tutup atas menganga. Gardu trafo PLN double tiang kabel kendor dan box kWh berdebu tebal, diduga listrik sudah lama diputus. Seluruh area tertutup semak setinggi 1 meter, tidak ada perawatan 8-12 bulan.
Warga sekitar mengaku air tidak pernah mengalir ke rumah. Papan nama proyek juga hilang.
Padahal Pemkab Bengkalis telah menganggarkan:
- 2023: Rp5 Miliar untuk Peningkatan Sarana SPAM IKK Bathin Solapan.
- 2025: Rp10 Miliar untuk Perluasan Perpipaan SPAM IKK Bathin Solapan.
LOKASI 2: KM4,5 KULIM DESA PEMATANG OBO - PAGAR TANPA PLANK DAN DIDUGA ASAL JADI.
Hanya berjarak 10 KM dari lokasi pertama, pada Sabtu (24/10/2026) ditemukan pekerjaan pembangunan pagar pembatas kawasan SPAM IKK di Jalan Bata Merah KM4,5 Kulim, Desa Pematang Obo.
Fakta di lapangan:
- Tanpa Plank Proyek: Tidak ada papan informasi nilai kontrak, sumber dana, kontraktor, dan waktu pengerjaan. Ini melanggar Perpres No.16 Tahun 2018 dan UU KIP No.14 Tahun 2008. Proyek menjadi siluman.
- Material Asal Tumpuk: Pasir dan batu koral ditumpuk langsung di atas tanah berlumpur tanpa alas terpal, bata merah dibiarkan kehujanan. Mutu adukan dipastikan bercampur lumpur.
- Pondasi Dangkal: Galian pondasi pagar bata merah hanya 30-40 cm tanpa footplat cakar ayam, sangat rawan roboh di tanah gambut. Tiang kolom beton hasil cor berpori, tidak padat, dan besi stek dibiarkan terbuka.
Modus ini dinilai sebagai cara menghabiskan sisa anggaran sarana, pagar dibangun tetapi air bersih tetap tidak mengalir.
CAMAT BUNGKAM MESKI SUDAH DIBACA:
Untuk memenuhi UU Pers No.40/1999, konfirmasi telah dilakukan kepada Camat Bathin Solapan, Rusydy.
Konfirmasi pertama dikirim via WhatsApp Jum'at 23 Oktober 2026 pukul 22.47 WIB terkait kondisi KM 14 yang jadi semak, pipa berkarat, dan warga tidak dapat air. Pesan tersebut telah dibaca (centang dua biru).
Konfirmasi kedua dikirim Sabtu 24 Oktober 2026 pukul 14.17 WIB sebagai pengingat sebelum tayang pukul 14.30 WIB. Pesan tersebut telah terkirim (centang dua).
Hingga berita update ini diterbitkan Sabtu 24 Oktober 2026 pukul 14.37 WIB, Camat Bathin Solapan belum memberikan jawaban. Konfirmasi kepada Dinas PUPR Bengkalis Bidang Cipta Karya dan Perumda Tirta Terubuk masih terus dilakukan.
Masyarakat mendesak BPK Riau, Kejari Bengkalis, dan Inspektorat Bengkalis untuk segera melakukan audit investigatif terhadap dua titik SPAM IKK Bathin Solapan tersebut. Pembangunan di lokasi tidak strategis, tanpa perawatan, dan tanpa plank proyek dinilai sebagai perencanaan gagal dan potensi kerugian negara miliaran rupiah.(Sht)


Post a Comment