Jeritan Pilu Warga Sungai Dualap: 13 Hektare Kebun Rusak, Harapan Kini Bertumpu pada Bupati



TANJAB BARAT — Di balik kebun yang selama ini menjadi tumpuan hidup, tersimpan harapan warga Desa Sungai Dualap yang kini terancam sirna. Jebolnya tanggul milik PT Pelda di kawasan Parit Bone diduga berdampak pada kerusakan lahan pertanian masyarakat. Warga pun memohon perhatian Bupati Tanjung Jabung Barat agar persoalan tersebut segera ditangani.


Bagi warga, kebun bukan sekadar hamparan tanaman. Di sanalah mereka menggantungkan harapan, mencurahkan tenaga, dan menanti hasil panen untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, setelah tanggul jebol, harapan yang telah dirawat selama bertahun-tahun itu kini menghadapi kenyataan pahit.


Berdasarkan keterangan warga, sekitar 13 hektare kebun masyarakat terdampak. Sejumlah tanaman yang telah dibudidayakan selama dua hingga tiga tahun dilaporkan mati dan mengalami kerusakan. Padahal, kebun tersebut sebelumnya mampu menghasilkan panen sekitar 3–4 ton atau setara dua pikul, sebagaimana disampaikan warga.



Kini, warga hanya bisa berharap agar kerusakan yang mereka alami mendapat perhatian serius dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Kerugian yang dirasakan bukan hanya soal tanaman yang mati, tetapi juga hilangnya harapan atas hasil kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.


Dengan nada penuh harap, salah seorang warga memohon agar Bupati Tanjung Jabung Barat turun tangan membantu menyelesaikan persoalan tersebut.


“Kami mohon kepada Pak Bupati agar segera membantu menanggulangi dampak jebolnya tanggul PT Pelda. Dampaknya sangat buruk bagi kami dan membuat masyarakat resah. Kami berharap persoalan ini segera diatasi,” ungkapnya.


Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka mengaku bingung harus mengadu ke mana lagi agar kerusakan lahan yang mereka alami mendapat penanganan.


“Tolonglah, Pak Bupati. Kami terkena dampak jebolnya tanggul besar milik perusahaan di Parit Bone. Kebun kami sekitar 13 hektare terdampak. Kami tidak tahu lagi harus mengadu ke mana. Kami sangat berharap ada perhatian dari Pak Bupati terhadap lahan kami yang rusak ini,” harap warga tersebut.


Bagi masyarakat terdampak, perhatian pemerintah menjadi tumpuan harapan agar persoalan ini segera menemukan jalan keluar. Warga berharap ada langkah nyata untuk menangani dampak kerusakan, sekaligus kejelasan mengenai tanggung jawab atas kerugian yang mereka alami.


Mereka tidak sekadar meminta perhatian, tetapi juga berharap lahan yang menjadi sumber penghidupan mereka mendapat penanganan yang layak. Sebab, semakin lama persoalan ini dibiarkan, semakin besar pula kekhawatiran warga terhadap keberlangsungan mata pencaharian mereka.


Hingga berita ini diterbitkan, redaksi PortalBuanaNews.com masih menunggu tanggapan dan klarifikasi dari pihak PT Pelda terkait jebolnya tanggul di Parit Bone, dampak terhadap lahan warga, serta langkah penanganan yang akan dilakukan.


Warga berharap jeritan mereka dapat didengar dan mendapat respons segera dari pihak terkait, agar kebun yang selama ini menjadi sandaran hidup tidak berujung pada kerugian berkepanjangan.

Also read
Copied!

Latest News

  • Jeritan Pilu Warga Sungai Dualap: 13 Hektare Kebun Rusak, Harapan Kini Bertumpu pada Bupati
  • Jeritan Pilu Warga Sungai Dualap: 13 Hektare Kebun Rusak, Harapan Kini Bertumpu pada Bupati
  • Jeritan Pilu Warga Sungai Dualap: 13 Hektare Kebun Rusak, Harapan Kini Bertumpu pada Bupati
  • Jeritan Pilu Warga Sungai Dualap: 13 Hektare Kebun Rusak, Harapan Kini Bertumpu pada Bupati
  • Jeritan Pilu Warga Sungai Dualap: 13 Hektare Kebun Rusak, Harapan Kini Bertumpu pada Bupati
  • Jeritan Pilu Warga Sungai Dualap: 13 Hektare Kebun Rusak, Harapan Kini Bertumpu pada Bupati

Post a Comment