Pemkab Merangin Kucurkan Hibah 100 Juta Per pesantren,30 sudah Terima
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin menegaskan komitmennya mendukung kemajuan pondok pesantren melalui program bantuan hibah Rp 100 juta untuk setiap pesantren. Hingga kini, sebanyak 30 dari 96 pondok pesantren di Merangin telah menerima bantuan tersebut.
Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, saat membuka Tabligh Akbar memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Masjid Raya Al-Istiqomah, Pasar Bawah Bangko, Sabtu (24/10/2026).
Mewakili Bupati Merangin, Zulhifni mengatakan penyaluran hibah akan dilanjutkan secara bertahap kepada pesantren yang belum menerima bantuan, meski pemerintah daerah tengah menerapkan efisiensi anggaran.
“Sebanyak 30 dari 96 pondok pesantren telah menerima bantuan. Insya Allah, sisanya akan kita salurkan secara bertahap,” ujar Zulhifni di hadapan ratusan santri dan ulama.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Zulhifni menegaskan Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad 1945.
Menurutnya, tantangan santri saat ini telah berubah. Jika dahulu berjuang mengangkat senjata, kini santri dituntut memperkuat bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta akhlak mulia.
“Semangat pengabdian santri kepada negeri tidak boleh padam. Santri merupakan bagian penting dari masa depan bangsa,” tegasnya.
Tabligh Akbar tersebut juga diisi tausiah oleh Ustaz H. Inayatullah yang mengajak para santri terus menuntut ilmu agama dan berperan menyebarkan Islam yang damai serta membawa rahmat bagi seluruh alam.
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda Merangin, jajaran pejabat Pemkab Merangin, Kementerian Agama, tokoh agama, pimpinan organisasi Islam, pengurus BAZNAS, pimpinan BSI Bangko, serta para kiai, ustaz dan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Merangin.
(RLX)




Post a Comment