RESENSI KRITIS-REFLEKTIF BUKU BIOLOGI UNTUK SMA/MA KELAS X DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN BIOLOGI
Penulis: Nining Rahayu Ningsih (26052807985)
Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau.
Email: nining.rahayu7985@grad.unri.ac.id
A. Identitas Buku
- Judul buku: Biologi untuk SMA/MA Kelas XI
- Penulis: Rini Solihat, Eris Rustandi, Wandi Herpiandi, dan Zamzam Nursani
- Penerbit: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Tahun terbit: 2022
- Jumlah halaman: xvi + 296 halaman
- ISBN: 978-602-427-893-9
- Bidang kajian: Biologi dan pendidikan biologi
- Sasaran pembaca: Peserta didik SMA/MA kelas XI
B. Pendahuluan
Pendidikan biologi memiliki peran penting dalam membantu peserta didik memahami kehidupan, struktur dan fungsi organisme, serta hubungan antara proses biologis dengan pengalaman sehari-hari. Namun, pembelajaran biologi tidak seharusnya berhenti pada penguasaan istilah dan hafalan konsep. Peserta didik juga perlu memahami bagaimana pengetahuan ilmiah dibangun melalui pengamatan, penyelidikan, penalaran, dan pengujian bukti, serta bagaimana pengetahuan tersebut digunakan secara bertanggung jawab.
Perspektif filsafat pendidikan biologi memberikan landasan untuk menelaah pembelajaran melalui dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Firdaus (2025) membahas dasar filosofis, epistemologis, serta penerapan nilai dalam pendidikan biologi. Dimensi ontologis berkaitan dengan hakikat kehidupan dan objek kajian biologi; dimensi epistemologis menyoroti cara memperoleh serta menguji pengetahuan; sedangkan dimensi aksiologis membahas nilai, etika, dan tanggung jawab dalam penggunaan ilmu.
Buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XI karya Solihat dan rekan-rekan menyajikan delapan bab utama, antara lain tentang sel, perpindahan zat melalui membran, jaringan tumbuhan, transpor dan pertukaran zat pada manusia, sistem pertahanan tubuh, mobilitas manusia, hormon dalam reproduksi manusia, serta tumbuh kembang makhluk hidup. Resensi ini menelaah buku tersebut secara kritis-reflektif, bukan hanya merangkum materinya, tetapi juga mempertimbangkan potensinya dalam membangun literasi ilmiah, berpikir kritis, dan kesadaran etis peserta didik.
C. Isi
Secara ontologis, buku ini memperkenalkan objek kajian biologi pada beberapa tingkat organisasi kehidupan, mulai dari sel hingga sistem tubuh manusia dan proses pertumbuhan. Cakupan tersebut membantu peserta didik melihat bahwa kehidupan tersusun atas komponen yang saling berhubungan. Pembahasan sel dan perpindahan zat melalui membran, misalnya, memberi dasar untuk memahami bagaimana struktur sel berkaitan dengan fungsi, sedangkan materi sistem tubuh manusia memperlihatkan hubungan antara proses biologis dan keberlangsungan organisme.
Secara epistemologis, kekuatan buku tampak pada adanya kegiatan penyelidikan dan penilaian informasi, bukan hanya penyajian penjelasan konseptual. Pada bab tentang sel, peserta didik diarahkan untuk merancang pengamatan, merumuskan pertanyaan, menentukan alat dan bahan, melakukan pengamatan, serta melaporkan hasil. Buku juga menyajikan informasi berbasis penelitian yang dapat digunakan untuk menilai bukti pendukung. Kegiatan seperti ini sejalan dengan pandangan bahwa pengetahuan biologi perlu dibangun melalui pengamatan, data, interpretasi, dan penalaran ilmiah.
Buku menyediakan pertanyaan berpikir kritis, kegiatan kontekstual, asesmen, dan refleksi. Elemen-elemen tersebut berpotensi membantu siswa menghubungkan konsep dengan situasi nyata. Akan tetapi, potensi itu tidak akan tercapai secara otomatis. Guru perlu mendorong siswa menjelaskan alasan, membandingkan bukti, menguji penjelasan alternatif, serta membedakan kesimpulan yang didukung data dari pendapat yang belum memiliki dasar memadai.
Secara aksiologis, materi tentang kesehatan, sistem pertahanan tubuh, reproduksi, dan pertumbuhan dapat dikaitkan dengan nilai tanggung jawab, penghargaan terhadap kehidupan, serta kehati-hatian dalam menggunakan informasi ilmiah. Sejalan dengan kerangka Firdaus (2025), pembelajaran biologi perlu memberi ruang pada pertimbangan nilai dan etika, bukan hanya menekankan benar-salahnya konsep. Dengan demikian, buku dapat menjadi titik awal untuk membahas penggunaan informasi kesehatan secara bertanggung jawab, sikap menghargai tubuh dan kehidupan, serta pengambilan keputusan berdasarkan bukti.
D. Kelebihan dan Keterbatasan Buku dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Biologi
1. Kelebihan
Buku memiliki cakupan materi yang terstruktur dan relevan untuk memperkenalkan konsep-konsep utama biologi kelas XI. Urutan pembahasan memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari kehidupan dari tingkat sel hingga proses dan sistem pada manusia. Prakata buku juga menekankan penggunaan fenomena yang dekat dengan kehidupan, aktivitas pembelajaran yang beragam, serta asesmen.
Keberadaan kegiatan penyelidikan, pertanyaan analitis, dan informasi berbasis penelitian merupakan kelebihan penting karena dapat membantu guru mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada bukti. Jika kegiatan dilakukan dengan diskusi dan refleksi, peserta didik dapat berlatih menyusun pertanyaan, menginterpretasikan hasil pengamatan, dan menyampaikan kesimpulan secara logis.
Selain itu, materi tentang sistem tubuh manusia dan proses kehidupan memiliki hubungan langsung dengan pengalaman peserta didik. Kedekatan konteks ini membuka peluang untuk membahas relevansi biologi bagi kesehatan, pengambilan keputusan sehari-hari, dan penghargaan terhadap kehidupan.
2. Kekurangan
Keterbatasan berikut merupakan catatan analitis terhadap potensi buku sebagai sumber belajar, bukan klaim bahwa semua bab memiliki kelemahan yang sama. Aktivitas dan pertanyaan berpikir kritis perlu disertai fasilitasi agar siswa tidak sekadar menyelesaikan tugas, tetapi benar-benar menjelaskan alasan dan mengevaluasi kualitas bukti. Tanpa diskusi yang memadai, kegiatan penyelidikan berisiko dikerjakan sebagai prosedur rutin tanpa pemahaman tentang bagaimana kesimpulan ilmiah dibentuk.
Dimensi etika dan nilai juga dapat lebih ditegaskan dalam pelaksanaan pembelajaran. Topik kesehatan dan reproduksi, misalnya, dapat dikaitkan dengan tanggung jawab menyaring informasi, menghormati privasi, dan menghindari penyebaran klaim yang tidak didukung bukti. Penggunaan konteks lokal, studi kasus, analisis data, atau proyek sederhana dapat memperkuat hubungan antara konsep biologi dan pengalaman siswa. Guru dapat melengkapi buku dengan kegiatan pendamping sesuai tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.
G. Kesimpulan
Buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XI merupakan sumber belajar yang menyajikan materi biologi secara terstruktur dan menyediakan kegiatan yang berpotensi mendukung pembelajaran kontekstual serta penyelidikan ilmiah. Ditinjau dari filsafat pendidikan biologi, materi buku memberi dasar ontologis untuk memahami objek kajian kehidupan, peluang epistemologis untuk mengembangkan penalaran berbasis bukti, dan peluang aksiologis untuk membahas nilai serta tanggung jawab dalam penggunaan ilmu.
Meskipun demikian, manfaat pendidikan buku bergantung pula pada cara guru dan peserta didik menggunakannya. Penguatan diskusi berbasis bukti, evaluasi informasi, refleksi etis, dan contoh yang dekat dengan kehidupan dapat membantu siswa bergerak dari penguasaan konsep menuju literasi ilmiah yang lebih mendalam. Secara kritis, buku ini layak digunakan sebagai sumber konseptual, dengan dukungan strategi pembelajaran yang mendorong peserta didik mengamati, mempertanyakan, menalar, dan bertindak secara bertanggung jawab.
H. Daftar Pustaka
Firdaus, L. N. (2025). Filsafat pendidikan biologi: Dasar filosofis, epistemologis, dan aplikatif dalam pendidikan biologi. Deepublish.
Solihat, R., Rustandi, E., Herpiandi, W., & Nursani, Z. (2022). Biologi untuk SMA/MA kelas XI. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.


Post a Comment