Tanggul PT Pelda Indo Mulia Jebol, 16,37 Hektare Lahan Warga Sungai Dualap Terendam, 13 KK Terdampak
PORTALBUANANEWS.COM, TANJAB BARAT – Jebolnya tanggul milik PT Pelda Indo Mulia di Desa Sungai Dualap, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, berdampak terhadap lahan perkebunan dan pertanian masyarakat. Sedikitnya 16,37 hektare lahan milik warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat genangan air pasang, sementara 13 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak.
Kondisi tersebut terungkap setelah tim Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura melakukan peninjauan serta pemeriksaan langsung ke lokasi pada Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, air pasang yang masuk melalui tanggul perusahaan yang jebol telah menggenangi sejumlah kawasan perkebunan dan pertanian milik masyarakat. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran warga karena genangan air berpotensi memperparah kerusakan tanaman sekaligus mengancam sumber pendapatan keluarga yang selama ini bergantung pada hasil perkebunan dan pertanian.
Kepala Disbunak Tanjab Barat, Drs. Riduwan, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Reza, membenarkan adanya dampak kerusakan tersebut. Ia menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan dan keluhan masyarakat terkait lahan perkebunan yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul perusahaan.
"Setelah kami melakukan pengecekan langsung ke lapangan, ternyata luas kebun masyarakat yang terdampak mencapai 16,37 hektare," ungkap Reza saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, berdasarkan data awal yang dihimpun dari masyarakat, sekitar 13,5 hektare merupakan lahan komoditas perkebunan yang ditanami kelapa sawit, pinang, dan kelapa dalam. Sementara itu, sekitar 3 hektare lainnya merupakan lahan hortikultura yang ditanami semangka dan pisang.
Untuk memperoleh data luasan yang lebih akurat, tim teknis melakukan pengukuran dengan mengambil sejumlah titik koordinat, mulai dari sudut awal hingga bagian belakang lahan yang terdampak.
"Kami sudah mengambil titik koordinat di lahan terdampak. Data tersebut selanjutnya akan kami olah untuk mendapatkan perkiraan luas secara keseluruhan. Sementara jumlah kepala keluarga yang terdampak tercatat sebanyak 13 KK," jelasnya.
Perbaikan Tanggul Belum Menjangkau Kawasan Perkebunan Warga
Selain melakukan pendataan terhadap lahan perkebunan dan pertanian yang terdampak, tim Disbunak juga memantau perkembangan pekerjaan perbaikan tanggul milik PT Pelda Indo Mulia yang menjadi perhatian masyarakat Desa Sungai Dualap.
Dari hasil pemantauan di lapangan, proses perbaikan tanggul diketahui masih berlangsung di sekitar kawasan perkebunan perusahaan dengan menggunakan satu unit alat berat jenis excavator.
Namun, pekerjaan tersebut belum menjangkau bagian tanggul yang berbatasan langsung dengan kawasan perkebunan milik masyarakat.
"Dari hasil pantauan kami, perbaikan tanggul masih berlokasi di seputaran lahan perkebunan perusahaan dengan menggunakan satu excavator. Pengerjaannya belum sampai ke tanggul yang berada di kawasan perkebunan warga," sebut Reza.
Belum tuntasnya perbaikan pada bagian tanggul yang berbatasan dengan lahan masyarakat menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, kondisi tersebut dikhawatirkan masih memungkinkan air pasang masuk dan kembali menggenangi perkebunan warga apabila kerusakan tanggul belum sepenuhnya tertangani.
Terlebih, memasuki penghujung tahun, masyarakat di wilayah pesisir dan kawasan perairan Tanjung Jabung Barat perlu mewaspadai potensi meningkatnya ketinggian air pasang yang dapat memperbesar risiko genangan.
Atas kondisi tersebut, Disbunak berharap pihak perusahaan segera mempercepat dan menuntaskan pekerjaan perbaikan tanggul, khususnya pada bagian yang berbatasan langsung dengan lahan perkebunan masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting agar aliran air pasang tidak kembali memasuki kawasan perkebunan warga, sehingga kerusakan tanaman dapat dicegah dan aktivitas pertanian masyarakat bisa kembali berjalan dengan baik.
Peninjauan lapangan ini turut melibatkan tim Disbunak dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan didampingi pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Hasil pendataan dan pemeriksaan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Terlebih, dampak yang ditimbulkan tidak hanya menyangkut kerusakan lahan seluas 16,37 hektare, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi 13 kepala keluarga yang menggantungkan kehidupan dari sektor perkebunan dan pertanian.
Masyarakat pun berharap persoalan jebolnya tanggul ini segera mendapatkan penyelesaian konkret. Perbaikan diharapkan tidak hanya dilakukan di sekitar kawasan perkebunan perusahaan, tetapi juga benar-benar menjangkau seluruh titik tanggul yang mengalami kerusakan, terutama yang berbatasan langsung dengan lahan warga.
Dengan demikian, masyarakat Desa Sungai Dualap tidak terus dihantui ancaman banjir akibat air pasang, serta dapat kembali mengelola perkebunan dan lahan pertanian mereka dengan aman dan produktif.


Post a Comment