TANJAB BARAT– Proyek pembangunan jembatan oprit di Lokasi parit Dua menjadi sorotan masyarakat penguna jalan. Masyarakat mengeluhkan kualitas pembangunan yang diduga asal-asalan dan berpotensi tidak akan bertahan lama.
Beberapa penguna jalan melaporkan adanya retakan pada konstruksi, penggunaan material yang terlihat kurang berkualitas, dan pengerjaan yang terkesan terburu-buru.
“kita khawatir Oprit yang dibangun jembatan ini tidak akan tahan lama ," ujar warga.
Kondisi ini menjadi sorotan masyarakat, terutama para pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Pihak kontraktor pelaksana proyek,belum diketahui hingga saat ini sehingga belum dapat dikonfirmasi terkait hasil pekerjaan Oprit Jembatan tersebut.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan konsultan pengawas serta konsultan perencanaan Kabupaten tanjabbar belum juga dapat di konfirmasi.
Berdasarkan data dihimpun media ini bahwa anggaran pembangunan Oprit Jembatan tersebut menelan uang rakyat sebesar Rp. 700 juta melalui anggaran APBD Tanjabbar tahun 2025.(f/tim)

0Comments