gambar : illustrasi
Mandau, Riau – 8 September 2025, Indonesia tengah memasuki babak baru dalam dunia kesehatan. Dalam gelaran InterSystems Asia Healthcare Summit 2025 yang berlangsung di Jakarta, para pemimpin global dan lokal menyoroti kemajuan pesat sistem kesehatan digital di Tanah Air.
Salah satu sorotan utama adalah penerapan Rekam Medis Elektronik (EHR) berbasis AI yang memungkinkan rumah sakit dan laboratorium saling terhubung secara real-time. Teknologi ini tidak hanya mempercepat diagnosis dan pengobatan, tetapi juga meningkatkan efisiensi layanan tanpa harus mengganti infrastruktur lama.
> “Transformasi sistem kesehatan bukan hanya soal teknologi, tapi tentang membangun SDM yang tangguh dan sistem yang siap menghadapi krisis,” ujar Dr. Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan RI.
Kekuatan Data dan Kolaborasi
Platform seperti InterSystems IRIS for Health™ mampu menyatukan data dari berbagai sistem, berbicara dalam “bahasa yang sama”, dan siap digunakan untuk analitik serta kecerdasan buatan. Rumah sakit seperti EMC Healthcare dan Prodia telah menerapkan sistem ini, menjadikan Indonesia sebagai mercusuar inovasi kesehatan digital di Asia Tenggara.
Kemudahan Akses untuk Masyarakat
Tak hanya di level institusi, masyarakat juga merasakan dampaknya. Melalui aplikasi Mobile JKN, pengguna BPJS kini bisa melakukan skrining riwayat kesehatan secara mandiri. Fitur ini membantu deteksi dini risiko penyakit dan mendorong gaya hidup preventif.
> “Kita harus mengubah paradigma masyarakat dari ‘paradigma sakit’ menjadi ‘paradigma sehat’. Menjaga kesehatan bukan hanya saat sakit, tapi sejak kita merasa sehat,” tegas Prof. Asnawi Abdullah, Kepala BKPK.
Kesehatan Mental di Era Informasi
Di tengah banjir informasi dan berita demo di media sosial, para ahli mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental. Fenomena doomscrolling—kebiasaan mengonsumsi berita negatif secara berlebihan—dapat memicu kecemasan dan gangguan tidur. Teknik grounding, pengaturan algoritma media sosial, dan ritual malam yang menenangkan menjadi solusi yang direkomendasikan.
> “Penurunan angka stunting dari 37% ke 21,5% adalah bukti bahwa intervensi kesehatan berdampak langsung pada masa depan anak-anak kita,” tambah Dr. Dante.
Dengan dukungan teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan kesadaran masyarakat yang meningkat, Indonesia bergerak menuju sistem kesehatan yang lebih terintegrasi, cerdas, dan berpusat pada pasien. Era digital bukan hanya soal kecepatan, tapi juga tentang ketepatan dan kepedulian.
0Comments