TANJAB BARAT– Warga Desa Tungkal Satu, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), kini tengah dilanda kecemasan. Pasalnya, turap pintu air senilai 4 miliar rupiah yang baru saja dibangun, mengalami kerusakan parah. Akibatnya, air meluap dan mengancam lahan perkebunan warga.
Proyek yang didanai dari APBD tahun 2025 ini, seharusnya menjadi solusi untuk mengatasi masalah banjir di wilayah tersebut. Namun, fakta di lapangan justru berkata lain. Turap yang diharapkan kokoh menahan air, kini malah patah dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
"Kami sangat khawatir. Kebun kami bisa terendam kalau air terus meluap seperti ini," ujar salah seorang petani setempat, minggu(30/11/2025).
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki kerusakan turap dan mencegah banjir yang lebih besar. "Kami mohon, pemerintah segera turun tangan. Jangan sampai mata pencarian kami hilang karena kebun terendam banjir," imbuhnya.
Pantauan media di lapangan menunjukkan bahwa turap penahan air memang patah. Selain itu, air juga telah meluap di area tempat pemakaman umum (TPU) di lingkungan warga.
Terkait temuan dan keluhan warga ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kerusakan turap tersebut. Warga berharap ada investigasi mendalam dari pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan penggunaan uang negara, untuk mengungkap penyebab kerusakan dan memastikan proyek tersebut dikerjakan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Tanjab barat, yang juga merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan, belum berhasil dikonfirmasi. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya hanya menunjukkan tanda centang satu.
