PORTALBUANANEW.COM, TANJAB BARAT – Program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes Sumber Berkah, Desa Pantai Gading, Kecamatan Bram Itam, tengah menjadi sorotan setelah 14 ekor kambing dalam program tersebut dilaporkan mati secara berturut-turut. Hingga kini, pihak BUMDes belum memberikan klarifikasi resmi terkait penyebab kematian hewan ternak itu, memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Program yang awalnya dirancang untuk mengoperasikan 20 ekor kambing, terdiri dari 15 jantan dan 5 betina, kini hanya menyisakan 1 ekor kambing hidup dari total 15 ekor yang sudah tiba di lokasi ternak. Sementara 5 ekor kambing lainnya belum jelas kapan akan dikirimkan ke desa.
Ketua RT 04, yang dikonfirmasi terkait kejadian ini, menyebut bahwa kematian kambing telah dilaporkan kepada Kepala Desa. Ia juga membenarkan bahwa pemeriksaan dari Dinas Kesehatan dan Peternakan telah dilakukan sebelum kematian massal itu terjadi.
Menurutnya, faktor cuaca diduga menjadi penyebab utama kematian belasan kambing tersebut.
“Kematian kambing disebabkan oleh pengaruh cuaca. Kami sudah melaporkannya kepada Kepala Desa,” ujar Ketua RT 04 saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam perencanaan awal, program tersebut semestinya melibatkan 15 kambing jantan dan 5 kambing betina. Namun ia menolak kedatangan kambing betina karena program ini ditujukan untuk penggemukan, bukan untuk pembiakan.
Di sisi lain, upaya untuk memperoleh klarifikasi dari Ketua BUMDes Sumber Berkah telah dilakukan. Rekan media mencoba menghubungi Ketua BUMDes melalui pesan WhatsApp pada Kamis (15/1/2026) sore, namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada jawaban maupun pernyataan resmi yang disampaikan.
Ketiadaan penjelasan ini membuat publik menantikan sikap tegas dan transparansi dari pihak BUMDes maupun pemerintah desa terkait kelanjutan program ketahanan pangan tersebut.

0Comments