GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
AS Tembakkan Serangan ke Venezuela dan Target Berikutnya Greenland, Dunia Tegang

AS Tembakkan Serangan ke Venezuela dan Target Berikutnya Greenland, Dunia Tegang

Table of contents
×


Jakarta — Ketegangan geopolitik global kembali memuncak setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, serta wacana kontroversial AS mengenai Greenland sebagai target berikutnya.


Menurut keterangan Presiden AS Donald Trump, militer Amerika telah melakukan operasi besar-besaran di Venezuela yang menyebabkan penangkapan pemimpin negara tersebut dan istrinya, Cilia Flores. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial, menyebutkan penangkapan dilakukan sebagai bagian dari operasi bersama penegak hukum AS.


Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak luar, dan pemerintah Venezuela melalui pernyataan resmi mengecam keras tindakan tersebut. Caracas menyatakan serangan AS sebagai agresi militer serius serta memicu kondisi darurat nasional di negara itu.


Greenland Masuk Radar AS

Tidak lama setelah serangan di Venezuela, isu geopolitik baru muncul ketika Presiden Trump kembali menegaskan bahwa Greenland — wilayah otonomi di bawah Denmark — menjadi kepentingan strategis AS. Trump mengatakan bahwa AS “sangat membutuhkan” Greenland untuk alasan pertahanan nasional pascaoperasi di Venezuela.


Wacana ini memicu kekhawatiran di Eropa dan kawasan Arktik karena Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark serta anggota perjanjian pertahanan NATO. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa AS tidak memiliki hak untuk mencaplok Greenland, sementara para pemimpin Eropa menyatakan dukungan atas kedaulatan dan integritas wilayah tersebut.


Di sisi lain, Pemerintah Greenland menolak perbandingan situasi mereka dengan Venezuela dan menegaskan bahwa pulau itu bukan dalam posisi untuk diambil alih secara sepihak. Pemerintahan lokal menyerukan dialog langsung dan menghormati hukum internasional tanpa provokasi militer.


Reaksi Dunia dan Dampak Geopolitik

Penangkapan Nicolas Maduro dan pernyataan Trump mengenai Greenland memicu kritik dari berbagai pihak di komunitas internasional. Beberapa negara menilai tindakan sepihak AS berpotensi merusak prinsip kedaulatan negara dan tatanan hukum internasional, serta menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan geopolitik global.


Kondisi ini berpotensi mengubah dinamika politik kawasan dan menimbulkan ketidakstabilan diplomatik antara kekuatan dunia utama, terutama Amerika Serikat dengan sekutu Eropa seperti Denmark yang berkepentingan langsung terhadap Greenland.


Sumber Berita:
BBC News Indonesia — “Setelah Venezuela, Trump Ingin Rebut Greenland”
detikNews – BBC Indonesia terjemahan/adaptasi
Laporan terkait oleh ANTARA News & media internasional


0Comments