GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
BRICS Menuju Peluncuran Mata Uang Bersama 2026, Namun Blok Masih Terbelah

BRICS Menuju Peluncuran Mata Uang Bersama 2026, Namun Blok Masih Terbelah

Table of contents
×

Jakarta, 6 Januari 2026 — Rencana peluncuran mata uang bersama oleh kelompok negara BRICS pada 2026 menghadapi tantangan besar di tengah perbedaan kebijakan dan kepentingan antarnegara anggota. Inisiatif ini, yang dikenal dengan nama Unit, digagas sebagai salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS dan memperkuat kedaulatan ekonomi negara-negara berkembang.


Menurut laporan, proyek Unit — yang dirancang berbasis emas dan diharapkan berperan sebagai alat tukar dalam perdagangan intra-BRICS — kini berada di persimpangan kompleks karena belum tercapainya kesepakatan fundamental mengenai kerangka operasionalnya.


Perbedaan pandangan kuat terlihat pada sikap masing-masing anggota. Rusia, misalnya, menyatakan tidak berniat sepenuhnya menghapus penggunaan dolar dalam transaksi internasionalnya, meskipun terlibat dalam inisiatif tersebut. Pernyataan ini dianggap meredam langkah dedolarisasi yang diharapkan banyak pihak. Sedangkan India secara tegas menolak gagasan mata uang bersama, mengingat potensi risiko geopolitik dan dampak terhadap hubungan dagangnya, terutama dengan Amerika Serikat.


Sementara itu, peran China juga masih belum jelas karena belum ada komitmen tegas terkait partisipasi resmi dalam penggunaan Unit di masa depan. Brasil yang sempat mendukung ide itu pun disebut belum menunjukkan dukungan konkret yang signifikan. Perbedaan sikap ini memperlihatkan betapa sulitnya menyatukan visi ekonomi moneter di antara negara-negara dengan latar belakang ekonomi dan geopolitik berbeda.


Selain masalah politik dan kebijakan, tantangan teknis juga menjadi sorotan. Laporan menyebut proyek percontohan awal yang diluncurkan pada Oktober 2025 masih banyak kekurangan, baik dari sisi dokumen maupun struktur sistemnya. Belum adanya konfirmasi dari bank sentral negara anggota mengenai kerangka operasional yang jelas juga memperlambat kemajuan proyek ini.


Dalam konteks global, inisiatif mata uang bersama BRICS sebenarnya menjadi bagian dari arus luas menuju diversifikasi sistem keuangan internasional, termasuk melalui alternatif sistem pembayaran dan pengurangan dominasi dolar AS. Upaya ini sejalan dengan perkembangan lain seperti sistem pembayaran BRICS Pay yang dirancang untuk mempercepat transaksi lintas negara anggota dalam mata uang lokal.


Namun demikian, pengamat menilai bahwa keberhasilan proyek Unit sangat bergantung pada kemampuan kelompok BRICS untuk menyelesaikan perbedaan internal dan menyepakati kerangka kerja yang mampu menyeimbangkan kepentingan masing-masing negara. Tanpa langkah koordinasi yang kuat, prospek peluncuran mata uang bersama di 2026 berpotensi tertunda, bahkan gagal direalisasikan sesuai target awal.


Sumber Berita:
📌 Menuju Peluncuran Mata Uang Bersama di 2026, BRICS Masih Terbelah, Ekonomi Bisnis — SINDOnews.com


0Comments