Jakarta, – Gelombang demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Iran terus berlanjut dan memakan korban jiwa dalam jumlah besar. Menurut laporan kelompok aktivis HAM, hingga Minggu (11/1/2026) jumlah korban tewas akibat kerusuhan mencapai 544 orang, sementara lebih dari 10.600 lainnya ditangkap dalam aksi yang telah berlangsung lebih dari dua pekan.
Demonstrasi yang awalnya dipicu oleh krisis ekonomi, termasuk anjloknya nilai tukar mata uang dan melonjaknya harga kebutuhan pokok, kini berubah menjadi tuntutan yang lebih luas terhadap pemerintahan di Teheran. Aksi protes yang melanda puluhan kota itu mendapat respons keras dari aparat keamanan, termasuk penembakan langsung terhadap demonstran yang dilaporkan oleh berbagai sumber media internasional.
Situasi makin sulit dipantau karena pemerintah Iran telah memutus akses internet dan layanan telepon di banyak wilayah. Akibatnya, data langsung dari lapangan semakin minim, sementara kelompok pemantau dan media luar negeri menangkap potret bentrokan serta suasana mencekam di beberapa ibu kota provinsi Iran.
Tingginya angka korban tewas dan penahanan itu memicu keprihatinan banyak pihak di luar negeri, termasuk di Indonesia. Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menegaskan bahwa pemerintah harus menjamin perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran. Ia mengatakan keselamatan WNI merupakan prioritas utama di tengah eskalasi keamanan yang tak kunjung mereda.
“Kementerian Luar Negeri harus memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman dan terlindungi. KBRI Teheran perlu aktif memantau lokasi WNI dan mencegah mereka berada di area demonstrasi yang berbahaya,” ujar Oleh Soleh dalam pernyataannya, Senin (12/1/2026).
Sementara itu, Kemlu RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus memantau situasi dan melaporkan bahwa sejauh ini belum ada laporan gangguan signifikan terhadap WNI di sana. Pemerintah Indonesia juga mengimbau WNI untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari kerumunan massa, serta mengikuti imbauan otoritas setempat.
Aksi demonstrasi yang telah memasuki pekan ketiga ini menandai salah satu periode paling menegangkan dalam beberapa tahun terakhir di Iran, dengan dampak sosial dan politik yang belum bisa diprediksi. Pemerintah dan berbagai organisasi internasional terus mendesak penghentian kekerasan dan pencarian solusi damai atas krisis yang terjadi.
Sumber:
• Kompas.com — Demo di Iran Tewaskan 544 Orang, Kemenlu Diminta Pastikan Keselamatan WNI (berdasarkan laporan terkini dan sumber media pemantau)
• ANTARA News — Demonstrasi Landa Iran, Kemlu RI Terus Pantau Kondisi WNI
• Bloomberg Technoz / Katadata — Demonstrasi Iran Masuk Pekan Ketiga, 544 Orang Dilaporkan Tewas
0Comments