JAKARTA, INDONESIA — Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi salah satu pilihan favorit bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin menempuh pendidikan tinggi dengan fasilitas lengkap, biaya gratis, serta peluang karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah lulus. Artikel ini merangkum syarat pendaftaran, fasilitas, serta keunggulan pendidikan di STMKG berdasarkan informasi terbaru.
Sekilas Tentang STMKG
STMKG merupakan sekolah kedinasan bertaraf tinggi yang fokus pada bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Institusi ini mempersiapkan taruna dan taruni yang ahli dalam menganalisis data cuaca, iklim, dan fenomena geofisika — keilmuan yang sangat strategis dalam mitigasi bencana, kebijakan publik, serta penerbangan dan maritim.
Fasilitas dan Dukungan Pendidikan
STMKG menyediakan sejumlah fasilitas yang mendukung proses belajar dan kehidupan taruna, antara lain:
- Fasilitas asrama bagi taruna/ti tingkat pertama. Gedung asrama berada dekat dengan ruang kuliah, meskipun kapasitasnya terbatas — hanya menampung taruna tingkat satu selama dua semester awal.
- Uang saku (Tunjangan Ikatan Dinas/TID) diberikan setiap bulan sejak tahun pertama hingga lulus pendidikan, sebagai bentuk dukungan biaya hidup selama masa studi. Besaran TID pernah mencapai Rp 1.050.000 dan kini ditetapkan kembali sekitar Rp 600.000 per bulan.
- Lingkungan pendidikan terstruktur, termasuk pengawasan oleh Resimen dan pembina bahkan ketika taruna tinggal di kos di luar asrama. Aktivitas taruna tetap berada dalam pola disiplin yang ketat.
- Pendidikan gratis dan biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah melalui BMKG, termasuk penggunaan fasilitas kampus dan laboratorium.
Syarat Masuk STMKG 2026
Berbeda dengan beberapa sekolah kedinasan lainnya, syarat masuk STMKG relatif inklusif dan fokus pada kompetensi akademik, terutama kemampuan analisis sains. Berikut persyaratan yang diberlakukan:
- Warga Negara Indonesia (WNI), pria atau wanita.
- Tidak buta warna, karena penting dalam pengolahan dan interpretasi data ilmiah.
- Pengguna kacamata diperbolehkan, dengan batas lensa sferis maksimal minus (-) 4 dioptri dan silindris maksimal minus (-) 2 dioptri.
- Tinggi badan minimal 155 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita.
- Lulusan IPA maupun IPS boleh mendaftar, asalkan memenuhi nilai akademik dan lolos seleksi kompetensi.
- Usia pendaftar minimal 15 tahun dan maksimal 23 tahun.
- Peserta yang pernah kuliah sebelumnya tetap diperbolehkan mengikuti seleksi, selama memenuhi persyaratan administratif dan akademik.
Kebijakan ini menggarisbawahi bahwa kemampuan akademik, terutama dalam matematika dan sains, menjadi prioritas utama dalam seleksi calon taruna.
Seleksi dan Peluang Karier
Calon pendaftar STMKG diwajibkan mengikuti beberapa tahapan seleksi, termasuk seleksi administrasi, kompetensi dasar, dan tes kemampuan bidang ilmiah sesuai jurusan. Seleksi ini memastikan bahwa taruna yang diterima memiliki kesiapan akademik serta mental untuk mengikuti pendidikan ketarunaan yang komprehensif.
Lulusan STMKG umumnya langsung diangkat sebagai ASN di lingkungan BMKG atau instansi terkait sesuai kompetensi keilmuan yang diperoleh selama pendidikan. Hal ini menjadikan STMKG sebagai salah satu jalur strategis untuk masuk birokrasi pemerintahan.
Kesimpulan
STMKG bukan hanya menawarkan pendidikan tanpa biaya kuliah, tetapi juga fasilitas asrama, tunjangan bulanan, dan peluang karier sebagai ASN setelah lulus. Dengan syarat masuk yang inklusif, fokus pada sains, dan lingkungan pendidikan yang disiplin, perguruan tinggi kedinasan ini tetap menjadi incaran para lulusan SMA/SMK yang ingin menggabungkan pendidikan tinggi dengan pelayanan publik di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Sumber:
📌 Ingin Daftar STMKG? Ini Syarat Masuk dan Fasilitas Sekolah Kedinasan BMKG, Kompas.com (15 Desember 2025)
0Comments