GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Lantunan Doa Laduni Al-Kautsar: Ikhtiar Ruhani Menjemput Kesembuhan dalam Cahaya Dalil

Lantunan Doa Laduni Al-Kautsar: Ikhtiar Ruhani Menjemput Kesembuhan dalam Cahaya Dalil

Table of contents
×

Sakit adalah bahasa sunyi yang Allah gunakan untuk menegur, membersihkan, dan mendekatkan hamba-Nya. Dalam Islam, penyakit bukan semata penderitaan, melainkan bagian dari takdir yang sarat hikmah. Karena itu, seorang mukmin tidak hanya mencari obat secara lahiriah, tetapi juga menempuh jalan batin melalui doa dan tawakal.

Allah Subhanahu wa Ta‘ala menegaskan bahwa setiap penyakit memiliki penawar, dan kesembuhan sejatinya hanya datang dari-Nya.

Dalil Al-Qur’an:
> وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 80)

Ayat ini meneguhkan keyakinan bahwa obat hanyalah sebab, sementara kesembuhan adalah kehendak Allah semata. Keyakinan inilah yang menjadi ruh dalam Lantunan Doa Laduni Al-Kautsar, sebuah doa yang dipanjatkan dengan kesadaran tauhid dan penghambaan total.

Rasulullah ﷺ pun mengajarkan umatnya agar senantiasa berdoa ketika sakit, seraya menanamkan keyakinan penuh kepada Allah.

Dalil Hadis:

> مَا أَنْزَلَ اللَّهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً

“Allah tidak menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia juga menurunkan obatnya.”
(HR. Bukhari)

Berangkat dari keyakinan inilah, Doa Laduni Al-Kautsar dilantunkan—bukan sebagai jampi, bukan pula sebagai pengganti ikhtiar medis—melainkan sebagai permohonan ruhani agar rahmat dan kesembuhan Allah mengalir ke dalam tubuh dan jiwa orang-orang yang diuji sakit.


Lantunan Doa Laduni Al-Kautsar


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

اللَّهُمَّ يَا شَافِي يَا كَافِي يَا رَحْمٰنُ يَا رَحِيمُ،
مِنْكَ الدَّاءُ وَمِنْكَ الدَّوَاءُ، وَأَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ.

Allāhumma yā Shāfī yā Kāfī yā Raḥmānu yā Raḥīm,
minka ad-dā’u wa minka ad-dawā’, wa anta ash-Shāfī lā shifā’a illā shifā’uka.


اللَّهُمَّ بِسِرِّ الْكَوْثَرِ الَّذِي أَعْطَيْتَهُ لِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ﷺ،
أَنْزِلِ الشِّفَاءَ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ،
شِفَاءً كَامِلًا تَامًّا لَا يُغَادِرُ سَقَمًا.

Allāhumma bisirril-Kautsar alladzī a‘ṭaitahu linabiyyika Muḥammad ﷺ, anzilish-shifā’a ‘alā ‘ibādikal-mu’minīn, shifā’an kāmilan tāmmān lā yughadiru saqaman.


ارْفَعْ عَنْهُمُ الْأَلَمَ وَالْوَجَعَ،
وَابْدِلْ ضَعْفَهُمْ قُوَّةً،
وَحُزْنَهُمْ سَكِينَةً،
وَخَوْفَهُمْ أَمْنًا وَطُمَأْنِينَةً.

Irfa‘ ‘anhumul-alama wal-waja‘, wabaddil ḍa‘fahum quwwatan, wa ḥuznahum sakīnah, wa khawfahum amnan wa ṭuma’nīnah.

رَبَّنَا اشْفِهِمْ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا،
وَاجْعَلْ مَا أَصَابَهُمْ قُرْبًا إِلَيْكَ،
وَرَفْعَةً فِي الدَّرَجَاتِ،
وَرَحْمَةً وَنُورًا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

Rabbanā ishfihim shifā’an lā yughadiru saqaman,
waj‘al mā aṣābahum qurban ilaika, wa raf‘atan fid-darajāt, wa raḥmatan wa nūran yā Rabbal ‘ālamīn.


وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


Terjemahan : 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Ya Allah, Wahai Yang Maha Menyembuhkan, Maha Mencukupi, Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Dari-Mu datang penyakit dan dari-Mu pula datang obat. Engkaulah satu-satunya Penyembuh, tiada kesembuhan selain dari-Mu.

Ya Allah, dengan rahasia Al-Kautsar yang Engkau anugerahkan kepada Nabi-Mu Muhammad ﷺ,
turunkanlah kesembuhan kepada hamba-hamba-Mu yang beriman, kesembuhan yang sempurna dan tidak menyisakan penyakit.

Angkatlah rasa sakit dan nyeri dari mereka, gantikan kelemahan dengan kekuatan, kesedihan dengan ketenangan, dan ketakutan dengan rasa aman dan damai.

Wahai Tuhan kami, sembuhkanlah mereka dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit,
jadikanlah ujian ini jalan untuk lebih dekat kepada-Mu, menjadi peninggi derajat, serta limpahan rahmat dan cahaya-Mu, wahai Tuhan seluruh alam.


Penutup

Doa Laduni Al-Kautsar mengajarkan bahwa kesembuhan bukan hanya pulihnya tubuh, tetapi juga tenangnya hati dan kuatnya iman. Dalam setiap sakit, Allah menyimpan rahmat. Dalam setiap doa yang tulus, Allah membuka pintu harapan.

Semoga lantunan doa ini menjadi penyejuk bagi yang diuji, penguat bagi yang lemah, dan pengingat bagi kita semua bahwa Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Maha Penyembuh.

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن


Pewaris Laduni Al-Kautsar: SUDIRMAN CHAN Bin Usman Yusuf dari Bukit Lantiak Seberang Palinggam Padang Sumatera Barat 

0Comments