GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Perusahaan Minyak AS Pertimbangkan Peluang Venezuela, Investor Tetap Hati-Hati di Tengah Undangan ke Gedung Putih

Perusahaan Minyak AS Pertimbangkan Peluang Venezuela, Investor Tetap Hati-Hati di Tengah Undangan ke Gedung Putih

Table of contents
×

WASHINGTON D.C. — Sejumlah perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat (AS) kini menimbang prospek investasi di Venezuela, setelah diundang ke pertemuan penting di Gedung Putih pada Jumat (9/1/2026). Meski peluang pasar dinilai besar, kekhawatiran investor terhadap risiko politik dan ekonomi masih membayangi keputusan mereka.

Pada pertemuan itu, Presiden AS Donald Trump bersama pejabat tinggi pemerintahan mendorong eksekutif dari perusahaan-perusahaan besar seperti Chevron, ExxonMobil, dan ConocoPhillips untuk mempertimbangkan kembali keterlibatan mereka dalam sektor energi Venezuela yang kaya cadangan minyak. Trump menekankan bahwa revitalisasi industri minyak Venezuela bakal menjadi peluang besar setelah perubahan politik di negara Amerika Selatan tersebut.


Namun, keputusan untuk kembali berinvestasi di Venezuela bukan hal yang mudah. Para eksekutif tetap waspada terhadap risiko politik, ketidakpastian hukum, serta pengalaman negatif di masa lalu, termasuk nasionalisasi aset yang dilakukan puluhan tahun lalu yang membuat ExxonMobil dan ConocoPhillips meninggalkan negara itu dan hingga kini masih menunggu penyelesaian klaim.


Meski begitu, ada juga pihak yang melihat potensi jangka panjang dari investasi tersebut. Pemerintah AS menyusun rencana pemulihan sektor minyak Venezuela melalui tahapan stabilisasi, pemulihan infrastruktur, hingga transisi yang memberi akses bagi perusahaan AS. Chevron, yang selama ini menjadi satu-satunya perusahaan besar AS yang masih beroperasi di Venezuela, menyatakan komitmennya terhadap peluang yang ada.

Para investor mengharapkan adanya kepastian politik dan jaminan perlindungan hukum agar risiko berinvestasi dapat diminimalkan. “Investor ingin melihat stabilitas jangka panjang dan persyaratan fiskal yang solid untuk melindungi mereka dari risiko nasionalisasi kembali, seperti yang terjadi di masa lalu,” kata seorang analis investasi.

Sementara itu, sejumlah perusahaan energi dan penyedia jasa terkait tengah bersiap menyambut kemungkinan masuknya investasi besar di Venezuela jika proses transisi politik berjalan lancar dan kepastian aturan bisnis terpenuhi.

Kawasan tersebut memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksinya kini hanya menyumbang kurang dari 1% pasokan global karena infrastruktur yang lama dan kurangnya investasi. Jika berhasil direvitalisasi, sektor energi Venezuela bisa kembali menjadi sumber pasokan strategis sekaligus potensi keuntungan besar bagi perusahaan AS.


Sumber Berita: – Reuters: “US oil firms juggle Venezuela opportunity, investor concern ahead of White House summit”
– Reuters Archive: “US oil firms juggle Venezuela opportunity, investor concern ahead of White House summit”


0Comments