GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Uni Eropa Serukan Pembentukan Tentara 100.000 Personel untuk Kurangi Ketergantungan pada AS dan NATO

Uni Eropa Serukan Pembentukan Tentara 100.000 Personel untuk Kurangi Ketergantungan pada AS dan NATO

Table of contents
×
BRUSSELS,  — Uni Eropa menyerukan pembentukan pasukan militer bersama yang kuat terdiri atas 100.000 personel sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian keamanan di kawasan Eropa dan mengurangi ketergantungan pada dukungan militer Amerika Serikat (AS) serta organisasi NATO. Seruan ini disampaikan oleh Komisioner Pertahanan Uni Eropa, Andrius Kubilius, dalam sebuah konferensi baru-baru ini di Swedia. 

Menurut Kubilius, kekuatan militer gabungan seperti itu diperlukan untuk mengisi celah yang mungkin ditinggalkan oleh pasukan AS di Eropa. Ia menekankan bahwa saat ini kekuatan militer AS, termasuk sekitar 100.000 personel yang ditempatkan di Eropa, menjadi tulang punggung pertahanan kawasan. Oleh karena itu, Uni Eropa perlu menyiapkan alternatif sendiri untuk menjamin keamanan wilayahnya. 

“Bagaimana kita akan menggantikan kekuatan militer permanen AS di Eropa jika mereka benar-benar menarik pasukannya?” ujar Kubilius, seraya mendorong pembentukan struktur pertahanan bersama yang permanen. Usulan ini mencakup pembentukan semacam dewan keamanan Eropa (European Security Council) yang terdiri dari negara anggota utama, termasuk kemungkinan keterlibatan Inggris, untuk memperkuat koordinasi keamanan dan pertahanan. 

Gagasan ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian atas komitmen AS terhadap NATO dan kebutuhan Eropa untuk meningkatkan kemampuan pertahanan sendiri. Presiden AS sebelumnya telah mengangkat isu strategis seperti wilayah Arctic, yang memicu kekhawatiran bagi sekutu NATO di Eropa tentang masa depan keamanan kolektif. 

Selain itu, seruan untuk kemandirian militer ini juga mendapat perhatian dalam konteks perdebatan politik di Uni Eropa soal peran aliansi transatlantik. Beberapa pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis dan Kanselir Jerman, sebelumnya juga menyerukan penguatan kapasitas pertahanan Eropa agar tidak terlalu bergantung pada AS, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik di kawasan. 

Meski demikian, gagasan pembentukan tentara Uni Eropa berskala besar masih menghadapi tantangan signifikan, termasuk resistensi dari beberapa negara anggota yang khawatir kehilangan kendali atas angkatan bersenjata nasional masing-masing. Kritik juga muncul terkait biaya, struktur komando, serta implikasi politik dari integrasi militer tersebut.

Uni Eropa mengatakan bahwa diskusi lanjutan akan dilakukan antara negara anggota untuk membahas detail pelaksanaan gagasan ini, termasuk pendanaan, komando, dan hubungan dengan NATO ke depan.



Sumber Berita:

EU defence chief usul pembentukan pasukan militer 100.000 personel — World Print / AFP (digabung dari beberapa laporan internasional). 

Komisioner Eropa peringatkan dampak tindakan AS di Greenland terhadap NATO — Reuters. 

Pemimpin Eropa soroti pentingnya otonomi pertahanan di tengah dinamika hubungan AS dan NATO. 

0Comments