GpzpTpr8TSY6GSApGfO5GSAoBY==
Light Dark
Venezuela Punya 20% Cadangan Minyak Dunia, Tapi Produksi Rendah Tak Turunkan Harga BBM AS

Venezuela Punya 20% Cadangan Minyak Dunia, Tapi Produksi Rendah Tak Turunkan Harga BBM AS

Table of contents
×
RIAU, 14 Januari 2026 – Meskipun Venezuela memiliki sekitar 20% cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, potensi kembalinya produksi negara ini ke pasar global kemungkinan besar tidak akan menurunkan harga bensin di Amerika Serikat. Alasannya, infrastruktur minyak Venezuela yang hancur parah memerlukan investasi masif yang tidak bisa dibenarkan oleh harga pasar saat ini, yang fluktuatif antara 60 hingga 70 dolar AS per barel. 
 
Produksi minyak Venezuela telah anjlok drastis dari puncak 3,5 juta barel per hari pada 1997 menjadi hanya sekitar 900.000 barel pada 2024. Penurunan ini disebabkan oleh korupsi sistemik, manajemen teknis yang buruk, dan sanksi AS yang telah merusak industri negara milik negara (PDVSA) hingga hampir total. Laporan dari Government Accountability Office pada 2021 menunjukkan produksi minyak Venezuela sudah turun 47% dari level 2010 sebelum sanksi 2019, dengan faktor politik dan ekonomi krisis memperburuk kondisi.
[investopedia.com]

(https://www.investopedia.com/why-does-venezuela-struggle-with-oil-production-despite-having-the-worlds-largest-reserves-11879080)
 
Meskipun banyak kilang di AS dirancang khusus untuk memproses minyak "berat" khas Venezuela, angka ekonomi untuk pemulihan tidak lagi masuk akal. Analis memperkirakan biaya break-even untuk proyek baru di Venezuela mencapai 80 dolar AS per barel, sementara harga global saat ini tidak cukup tinggi untuk menarik investasi swasta skala besar. Wood Mackenzie menyatakan bahwa proyek-proyek di Venezuela memerlukan Brent crude sekitar 80 dolar AS per barel untuk menghasilkan keuntungan, yang membuatnya tidak ekonomis di tengah fluktuasi pasar.

(https://www.woodmac.com/blogs/energy-pulse/what-big-oil-needs-to-invest-in-venezuela/)
 
Presiden Donald Trump telah menandakan ambisi untuk mengambil kendali atas cadangan minyak Venezuela, tapi ketidakstabilan politik dan ketidakpastian kontrak tetap menjadi penghalang signifikan. Bahkan jika sanksi dicabut sepenuhnya, transisi dari "kendali politik" ke produksi aktual memerlukan bertahun-tahun untuk membangun ulang pipa dan jaringan listrik yang telah dirampok nilai ekonominya. Sanksi AS telah menghambat investasi asing, sementara infrastruktur seperti rig yang runtuh dan kebocoran minyak yang tidak dikelola menambah kerugian.

(https://www.cnn.com/2026/01/03/business/oil-gas-venezuela-maduro)
 
Pasar energi global saat ini menghadapi kelebihan pasokan dan permintaan yang lemah, yang semakin mengurangi dampak dari output Venezuela baru. Meskipun produsen shale AS membutuhkan harga 50 dolar AS per barel untuk bertahan, masalah logistik memulihkan ladang Venezuela berarti pengemudi AS tidak akan melihat penurunan harga di pompa bensin dalam waktu dekat. Laporan dari Rystad Energy menegaskan bahwa perusahaan tidak akan tertarik jika break-even 80 dolar AS dan harga tetap di 60-70 dolar AS selama dua hingga empat tahun ke depan.

(https://www.opb.org/article/2026/01/07/the-world-has-too-much-oil-will-companies-want-venezuelas/)
 
Kilang di pesisir Teluk AS, yang dirancang khusus untuk minyak berat Venezuela, bisa menjadi pemenang potensial jika produksi dipulihkan, tapi tantangan lingkungan dan biaya tinggi membuatnya tidak praktis. Ekspor Venezuela baru-baru ini mencapai 900.000 barel per hari pada September 2025, tertinggi sejak November 2024, tapi tetap jauh di bawah level pra-sanksi.

(https://www.aljazeera.com/news/2025/9/4/venezuela-has-the-worlds-most-oil-why-doesnt-it-earn-more-from-exports)
 
Dengan sanksi AS yang diperketat dan intervensi militer baru-baru ini, Venezuela mungkin menjadi pemain kecil di pasar minyak global, meskipun cadangannya melimpah. Analis dari Chatham House memperingatkan bahwa ambisi Trump untuk membangun kembali sektor minyak Venezuela akan menantang, terutama jika tidak ada perubahan pemerintahan stabil.

(https://www.chathamhouse.org/2026/01/president-trumps-ambition-rebuild-venezuelas-oil-sector-will-be-challenging-especially-if)
 

0Comments