| Kepala Smamda Sidoarjo M.Zainul Arifin S.Kom, MM mempresentasikan kemajuan yang sudah dicapai sekolahnya dihadapan undangan (Zulkifli) |
Sidoarjo – Usia setengah abad menjadi momentum refleksi sekaligus loncatan baru bagi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo. Dalam peringatan Milad ke-50 yang dirangkai dengan Temu Alumni Akbar bertema “Milad Emas Smamda : Memajukan Umat, Membangun Peradaban Berkemajuan”, Smamda meneguhkan optimisme menembus 100 besar Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional dengan melaunching Olympiad Program.
Perayaan Milad Emas ini kian istimewa dengan kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi, di Auditorium KH Fakhruddin Smamda Sidoarjo, Sabtu (31/1/2026). Kehadiran tokoh sentral Muhammadiyah tersebut menjadi catatan sejarah tersendiri bagi keluarga besar Smamda yang telah menapaki perjalanan pendidikan selama 50 tahun.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Muhammad Zainul Arifin, SKom, MM, menyambut penuh suka cita kehadiran Ketua Umum PP Muhammadiyah beserta para tamu undangan. Dalam sambutan singkatnya, ia mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas kehadiran Prof Haedar Nashir di momen bersejarah tersebut.
“Alhamdulillah, sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi kami. Terima kasih atas rawuhnya Bapak Ketua Umum PP Muhammadiyah beserta seluruh tamu undangan,” tutur Zainul.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada Ketua PWM Jawa Timur beserta jajaran, PDM dan PCM Sidoarjo, PDA Sidoarjo, Ketua Komite Sekolah, para ketua alumni, kepala SMA se-Kabupaten Sidoarjo, para mitra sekolah, perbankan, sponsor, serta seluruh alumni lintas angkatan yang hadir.
“Mohon maaf tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Tanpa mengurangi rasa hormat, kami ucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran panjenengan semua,” imbuhnya.
Secara khusus, Zainul menyampaikan apresiasi kepada Ketua Alumni Smamda, Ahmad Riyad Balhmar, PhD, yang dinilainya memiliki kepedulian dan kontribusi luar biasa bagi almamater. “Alumni Smamda luar biasa. Memberikan kebaikan, membawa nilai Islam, dan punya perhatian besar terhadap sekolah,” ungkap guru komputer tersebut.
Lebih jauh, Zainul menegaskan bahwa reuni akbar bukan sekadar temu kangen, tetapi momentum menyambung kembali ikatan ukhuwah, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater tercinta. “Pertemuan lintas angkatan ini menjadi bukti bahwa keluarga besar Smamda tetap solid, meski berbeda zaman dan generasi,” katanya.
Dalam perjalanan 50 tahun, Smamda telah melalui berbagai fase dinamika dan enam kali pergantian kepemimpinan. Mulai dari almarhum Thobari, almarhum Abu Bakar, almarhum Abdullah Hasan, Hidayatullah yang kini memimpin di Umsida, Wigatiningsih, hingga kepemimpinan saat ini. “Setiap periode meninggalkan jejak pengabdian dan kontribusi yang sangat berharga,” papar Zainul.
Dengan visi “Menjadi Sekolah Unggul dan Berkarakter Berbasis Nilai-Nilai Islam”, Smamda terus mewariskan nilai karakter, keislaman, keilmuan, penguasaan IPTEK, serta semangat bermuhammadiyah kepada para peserta didik.
Prestasi pun menjadi bukti nyata. Dalam tiga tahun terakhir, Smamda mencatat 1.573 prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional. “Jika dihitung sejak awal berdiri, mungkin jumlahnya bisa ratusan ribu,” ujarnya sambil tersenyum.
Tak hanya prestasi akademik, pengembangan sarana dan prasarana terus dilakukan. Salah satunya pembangunan Smamda Dormitory yang telah diresmikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Gedung tersebut dimanfaatkan sebagai asrama pengkaderan siswa, sementara lantai bawah difungsikan sebagai unit hotel sekolah guna mendukung kemandirian lembaga.
Dalam bidang akademik, Smamda mengembangkan sejumlah program unggulan, antara lain International Class Program, Boarding Class Program, Coding Class Program, dan Tahfidz Class Program. Pada program boarding, siswa juga dilibatkan aktif dalam dakwah, mulai dari imam, khatib, hingga muadzin salat berjamaah.
Menatap masa depan, Smamda secara resmi melaunching Olympic Class sebagai ikhtiar serius menembus 100 besar TKA nasional. “Atas arahan Bapak Ketua Umum PP Muhammadiyah, kami berikhtiar dan mohon doa restu. Insya Allah, Olympiad Program
ini kami jalankan dengan sungguh-sungguh,” tegas Zainul.
Selain itu, Smamda juga mengembangkan berbagai unit usaha sekolah sebagai upaya memperkuat kemandirian finansial dan mendukung gerak persyarikatan. “Kami tanamkan kepada guru dan karyawan, Smamda harus maju dan memberi kontribusi nyata bagi Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)
Penulis : Zulkifli
Editor : Succonet
0Comments